Lebaran Depok 2026 Usung Tema “Depok Kota Kita”: Kolaborasi Multikultural dan Pesta UMKM di Tiga Titik

Depok (07/04/2026) – Menjelang tiga minggu pelaksanaan, Panitia Besar Lebaran Depok 2026 mulai mematangkan persiapan teknis guna menyambut perhelatan budaya tahunan tersebut. Ketua Panitia Lebaran Depok, H. Hamzah, mengungkapkan bahwa tahun ini acara akan mengusung tema “Depok Kota Kita”, sebuah representasi inklusivitas yang diinisiasi langsung oleh Wali Kota Depok, Supian Suri.

Perhelatan yang dijadwalkan berlangsung pada 5-9 Mei 2026 ini akan tampil berbeda dengan melakukan desentralisasi kegiatan di beberapa wilayah sebelum menuju puncak acara di pusat kota.

Desentralisasi Tradisi: Ngubek Empang di Tiga Kecamatan

Sebagai pembuka pada 5 Mei 2026, kemeriahan akan disebar di tiga lokasi strategis, yakni Kecamatan Tapos, Cipayung, dan Sawangan. Di ketiga titik ini, masyarakat akan disuguhkan tradisi ikonik ngubek empang dan ngaduk dodol.

“Setiap titik akan diisi oleh bazar UMKM, pentas seni budaya, hingga panggung hiburan. Salah satunya di Tapos, kami akan menghadirkan Families Group untuk menghibur warga sekitar,” ujar H. Hamzah usai rapat koordinasi kepanitiaan, Senin (06/04/26).

GDC Jadi Pusat Kemeriahan: Dari Opera hingga Konser Wali Band

Pasca-kegiatan di kecamatan, seluruh rangkaian acara akan dipusatkan di Alun-Alun Timur Grand Depok City (GDC) mulai 6 Mei 2026. Panitia telah menyiapkan agenda padat yang melibatkan lebih dari 60 sanggar seni, penampilan band komunitas, lenong, hingga gambang kromong.

Salah satu daya tarik utama tahun ini adalah penampilan dari Dewan Kesenian Kota Depok yang akan membawakan Opera Prabu Siliwangi. Kemeriahan akan ditutup pada Sabtu malam, 9 Mei, dengan penampilan spesial dari Wali Band dan El Corona.

Paradigma Multikultural dalam Pawai Budaya

Puncak acara pada pagi hari tanggal 9 Mei akan diisi dengan Pawai Budaya Nusantara. Langkah ini diambil untuk menegaskan identitas Depok sebagai kota yang majemuk.

“Konteksnya adalah ‘Depok Rumah Kita’ yang multikultural. Pawai ini akan melibatkan unsur budaya dari Jawa Barat, Betawi, Sumatera, Bali, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. Kita ingin mengakomodasi semua etnis yang kini telah menetap dan menjadi warga Depok,” jelas Hamzah.

Pemberdayaan Ekonomi: Kuota Terbatas bagi 200 UMKM

Terkait sektor ekonomi, panitia menerapkan kebijakan kurasi ketat untuk bazar UMKM. Dari total tenda yang disediakan, prioritas diberikan kepada UMKM binaan DKUM, Dekranasda, dan Disdagin, namun tetap terbuka bagi pelaku usaha umum di Kota Depok dengan kuota terbatas sebanyak 200 partisipan.

“Kami batasi agar ekosistem dagangnya sehat dan produk mereka benar-benar laku. Kami ingin acara tahun ini lebih meriah dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi para pedagang,” tambahnya.

Distribusi Kupon Doorprize hingga Tingkat RT

Guna meningkatkan partisipasi warga, panitia juga telah menyiapkan ribuan hadiah (doorprize) yang akan dibagikan setiap hari. Distribusi kupon akan dilakukan secara sistematis melalui pengurus RT di seluruh Kota Depok.

“Setiap RT nantinya akan mendapatkan kupon untuk dibagikan kepada warganya. Kami mengundang seluruh masyarakat Depok untuk hadir meramaikan, baik di pembukaan tingkat kecamatan maupun di puncak acara GDC,” tutup Hamzah dengan optimis.

Komentar

komentar

BAGIKAN