Bentengi Generasi Z: BNN Depok Masuk Sekolah, Soroti Bahaya Vape Berisi Zat Sintetis

Depok (07/04/2026) – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok melakukan manuver edukasi besar-besaran dengan menyasar ribuan pelajar tingkat menengah pertama di wilayahnya. Melalui program sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), BNN berupaya memutus rantai peredaran gelap yang kini mulai menyasar kelompok usia produktif.

Kegiatan ini dilakukan secara simbolis melalui mimbar upacara bendera di tujuh sekolah berbeda, menjangkau setidaknya 2.666 pelajar secara langsung.

Waspada Inovasi Racun: Dari Sabu hingga Etomidate dalam Vape

Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Kota Depok, Purwoko Nugroho, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap tren peningkatan penyalahgunaan narkotika dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu poin krusial yang ditekankan kepada siswa adalah munculnya modus peredaran melalui media vape (rokok elektrik).

BNN mengidentifikasi bahwa perangkat tersebut kini sering disusupi zat-zat mematikan, seperti:

  • Zat Sintetis: Narkotika buatan yang memiliki efek merusak otak secara permanen.

  • Sabu Liquid: Pengubahan bentuk fisik sabu untuk mengelabui petugas dan orang tua.

  • Etomidate: Obat penenang keras yang kini kerap disalahgunakan dalam cairan vape.

“Edukasi ini penting agar para siswa paham bahwa bahaya narkoba terus berevolusi melalui modus-modus baru yang terlihat biasa saja namun sangat mematikan,” tegas Purwoko, Selasa (07/04/26).

Membangun Ketahanan Diri di Lingkungan Pergaulan

Selain memaparkan jenis-jenis zat berbahaya, BNN juga memberikan pembekalan psikologis mengenai pentingnya ketahanan diri (self-resilience). Pelajar didorong untuk memiliki kemampuan berkata “tidak” terhadap ajakan negatif dan lebih selektif dalam memilih lingkaran pergaulan.

Purwoko menambahkan bahwa edukasi ini bertujuan membentuk mentalitas pelajar agar tidak sekadar menjadi target, melainkan menjadi agen perubahan yang mampu menjaga lingkungan sekolahnya tetap bersih dari narkotika.

Seruan Rehabilitasi dan Kesadaran Melapor

Di hadapan ribuan siswa, BNN kembali menegaskan bahwa pecandu narkoba adalah korban yang harus diselamatkan melalui jalur rehabilitasi. Masyarakat, termasuk para pelajar dan guru, diimbau untuk tidak menutup diri atau takut melapor jika menemukan indikasi penyalahgunaan di lingkungan sekitar.

“Melalui langkah persuasif di sekolah-sekolah ini, kami berharap kesadaran dini muncul. Tujuannya satu: menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan benar-benar bebas dari bayang-bayang narkotika,” pungkasnya.

Safari edukasi ke sekolah-sekolah ini diproyeksikan akan terus berlanjut sebagai bagian dari strategi jangka panjang BNN Depok dalam menciptakan kota yang tangguh dari ancaman peredaran gelap barang haram tersebut.

Komentar

komentar

BAGIKAN