DEPOK (22/05/2026) – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus memperluas jaringan kemitraan strategis dengan institusi akademis guna mendongkrak indeks pembangunan manusia dan penyerapan tenaga kerja lokal. Wali Kota Depok, Supian Suri, menerima kunjungan kerja jajaran pengurus Ikatan Wanita Keluarga Universitas Indonesia (IWK UI) di Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Depok, Jumat (23/05).
Pertemuan ini difungsikan sebagai forum penguatan kolaborasi bilateral antara Pemkot Depok dan Universitas Indonesia (UI), dengan fokus intervensi pada sektor penataan pendidikan regional dan perluasan pasar kerja internasional.
Reduksi Ketimpangan Daya Tampung via Program RSSG
Dalam pemaparannya, Wali Kota Supian Suri menyoroti adanya ketimpangan antara tingginya animo masyarakat terhadap sekolah negeri dengan keterbatasan kapasitas infrastruktur fisik serta ketersediaan tenaga pendidik. Merespons tantangan tersebut, Pemkot Depok mengandalkan draf program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) sebagai katup penyelamat guna menjamin hak pendidikan warga.
Skema RSSG ini dirancang dengan melibatkan ekosistem pendidikan swasta di tingkat hilir:
-
Kemitraan Satuan Pendidikan: Pemerintah daerah telah menjalin kerja sama resmi dengan 47 sekolah swasta pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs).
-
Subsidi Anggaran: Seluruh komponen pembiayaan operasional siswa ditanggung penuh oleh APBD Kota Depok, sehingga sekolah swasta gratis dapat menjadi alternatif valid bagi wali murid.
“Kehadiran UI di tengah dinamika urban ini diharapkan terus mengawal program-program inklusi pendidikan. Kita ingin anak-anak asli Depok memiliki daya saing tinggi dan meraih peluang kelulusan yang lebih besar untuk menembus bangku kuliah di UI,” urai Supian Suri.
Inklusi Sosial dan Protokol Ketenagakerjaan Transnasional
Lebih lanjut, wali kota memaparkan dua program prioritas daerah yang tengah berjalan. Di sektor perlindungan sosial, Pemkot Depok sedang mematangkan peluncuran Rumah Kreatif Anak Istimewa (RKAI). Fasilitas ini ditargetkan menjadi pusat pelatihan keterampilan, kreativitas, dan inkubasi potensi bagi anak-anak penyandang disabilitas agar memiliki kemandirian ekonomi.
Sementara di sektor penyerapan angkatan kerja, Pemkot Depok mengaktivasi kemitraan strategis melalui program “Depok Maju Go Global”. Program ini membuka akses pelintasan jalur luar negeri bagi warga Depok melalui tiga koridor utama:
-
Fasilitas Pemagangan: Pengiriman tenaga kerja terampil ke industri luar negeri.
-
Beasiswa Pendidikan: Akses perkuliahan di universitas mitra internasional.
-
Peluang Kerja Profesional: Penempatan kerja formal di pasar global.
Melalui konsolidasi lintas sektor dan dukungan akademis dari Universitas Indonesia, Pemkot Depok optimistis dapat melahirkan kebijakan publik yang lebih komprehensif guna memacu roda perekonomian dan kesejahteraan sosial di wilayah Kota Depok.








































