Dongkrak Minat Hingga 200 Persen, Intervensi Sekolah Gratis RSSG Picu Lonjakan Pendaftar di PAUD Angsana Raya Pengasinan

DEPOK (06/07/2026) – Kebijakan perluasan jangkauan pendidikan inklusif tanpa biaya yang digulirkan otoritas kota terbukti memicu peningkatan animo sosiologis yang sangat signifikan di tingkat akar rumput. PAUD Angsana Raya yang beroperasi di wilayah RW 12 Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, secara mengejutkan mengalami lonjakan pendaftar yang luar biasa pada momentum Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027. Tingginya ketertarikan masyarakat urban di kawasan tersebut tidak terlepas dari status lembaga ini yang telah terintegrasi sebagai salah satu lokomotif program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG), sebuah skema intervensi pembiayaan akademis hulu hasil inovasi strategis Pemerintah Kota Depok guna menjamin hak belajar anak usia dini.

Kepala PAUD Angsana Raya, Widia Tunta, mengungkapkan bahwa pada periode kali ini pihak manajemen sejatinya hanya mengalokasikan kuota resmi untuk menampung sebanyak 30 murid baru. Namun secara tidak terduga, pagu yang disediakan tersebut langsung terkunci penuh hanya dalam kurun waktu lima jam sejak loket pendaftaran hari pertama dibuka pada Kamis, 2 Juli 2026 kemarin, bahkan menyisakan antrean panjang dari orang tua murid yang masih berharap mendapatkan dispensasi kuota tambahan. Konversi status menjadi sekolah gratis berkualitas lewat payung hukum RSSG dinilai bertindak sebagai faktor determinan utama yang merangsang lonjakan minat hingga menembus angka 200 persen jika dikomparasikan dengan tren tahunan konvensional yang biasanya hanya berkisar di rerata 10 pendaftar.

Widia menambahkan bahwa kehadiran program ini dirasakan sebagai angin segar dan bantalan sosial yang riil dalam mereduksi beban finansial domestik, khususnya bagi segmentasi keluarga prasejahtera atau kalangan menengah ke bawah. Keberhasilan penetrasi program ini di lapangan diklaim merupakan hasil akumulasi kerja kolektif yang melibatkan sosialisasi masif dari Bunda PAUD Kota Depok Cing Ikah, Lurah Pengasinan, Bunda PAUD Kelurahan, jajaran pengurus RW, hingga dedikasi tim pengajar di sekolah. Ungkapan rasa syukur dan apresiasi mendalam pun dialamatkan kepada jajaran puncak eksekutif, mulai dari Wali Kota Depok hingga aparatur kelurahan setempat, yang dinilai sukses mengeksekusi program stimulus pendidikan bermutu secara tepat sasaran.

Senada dengan hal itu, Lurah Pengasinan, Ari Andriana Wijaya, menegaskan bahwa esensi dari kebijakan RSSG melampaui batas penyediaan fasilitas bebas biaya semata, melainkan merupakan instrumen penumbuh harapan baru bagi para orang tua untuk menyekolahkan buah hati mereka tanpa dibayangi ketakutan finansial. Langkah taktis ini dinilai beriringan secara linier dengan draf regulasi makro pemerintah pusat yang terus mendorong akselerasi wajib belajar 13 tahun, yang pondasi dasarnya wajib dikunci sejak fase PAUD atau TK. Pihak kelurahan menyatakan kebanggaannya atas terpilihnya PAUD Angsana Raya sebagai lokus RSSG, seraya menyebut fenomena ini sebagai manifestasi konkret kehadiran negara dalam memotong mata rantai putus sekolah akibat kendala ekonomi.

Komentar

komentar

BAGIKAN