Depok (07/05/2026) – Kemeriahan hari kedua festival Lebaran Depok 2026 mencapai puncaknya saat belasan kelompok dari berbagai wilayah berkumpul untuk mengikuti lomba numbuk uli. Kegiatan yang dihelat di area festival ini menjadi ajang unjuk kekompakan dan kreativitas bagi para perwakilan Kumpulan Orang-Orang Depok (KOOD) tingkat kecamatan.
Kecepatan dan Ketepatan Tekstur
Lomba tahun ini diikuti oleh 12 kelompok yang berasal dari 11 kecamatan se-Kota Depok. Penanggung jawab lomba, Dina Ratna Kartika, menjelaskan bahwa mekanisme perlombaan menitikberatkan pada proses pengolahan akhir. Meskipun bahan dasar ketan sudah disediakan dalam kondisi matang, peserta harus beradu cepat mengubahnya menjadi tekstur uli yang sempurna.
“Mekanisme lombanya kita melihat bagaimana kecepatan peserta dalam membentuk uli hingga siap disajikan. Ketannya sudah matang, lalu mereka harus mengolahnya dengan saksama agar benar-benar menjadi uli yang layak makan,” ungkap Dina, Kamis (07/05).
Tiga Pilar Penilaian: Rasa, Rupa, dan Kerja Sama
Untuk menentukan pemenang, panitia menerjunkan tiga juri profesional yang memantau proses perlombaan dari awal hingga akhir. Terdapat tiga kategori penilaian utama yang menjadi standar kompetisi:
-
Cita Rasa dan Tekstur: Juri melakukan penilaian mendalam terhadap kelembutan uli serta tingkat kematangan hasil olahan masing-masing tim.
-
Kekompakan Tim: Mengingat setiap kelompok terdiri dari maksimal tiga orang, sinergi dan kerja sama antaranggota menjadi poin krusial dalam penilaian.
-
Kreativitas Penyajian: Peserta ditantang untuk berinovasi melalui plating atau hiasan, termasuk memberikan varian topping menarik untuk meningkatkan nilai estetika hidangan tradisional tersebut.
Antusiasme dan Apresiasi
Proses pendaftaran yang telah dibuka secara daring sejak 10 hari sebelum acara, ditambah dengan pendaftaran langsung di lokasi, menunjukkan tingginya minat masyarakat dalam melestarikan budaya lokal.
Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan kreativitas para peserta, panitia menyiapkan penghargaan bagi juara satu, dua, dan tiga. “Para pemenang akan mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan sebagai bentuk dukungan terhadap semangat pelestarian tradisi ini,” pungkas Dina.
Melalui lomba numbuk uli ini, Lebaran Depok 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang penguatan identitas budaya bagi generasi muda dan masyarakat Kota Depok secara luas.







































