Depok (07/05/2026) – Pemerintah Kelurahan Cisalak melakukan langkah proaktif dalam penyaluran bantuan pangan nasional dengan menerapkan sistem “jemput bola”. Strategi ini diambil khusus untuk menjangkau Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang memiliki keterbatasan fisik atau kendala teknis untuk hadir langsung ke kantor kelurahan.
Lurah Cisalak, Helviana Rahayu, turun langsung memimpin jajarannya mendatangi rumah-rumah warga. Langkah ini ditegaskan sebagai manifestasi pelayanan publik yang responsif, inklusif, dan humanis.
Pelayanan Tanpa Sekat
Helviana menjelaskan bahwa aksi mendatangi rumah warga bukan sekadar urusan logistik, melainkan bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan tidak ada satu pun warga rentan yang terabaikan dalam program kolaborasi bersama Perum Bulog ini.
“Jemput bola ini bagian dari komitmen kami dalam menghadirkan kemudahan bagi masyarakat. Kami ingin memastikan bantuan benar-benar diterima, terutama bagi mereka yang mengalami keterbatasan,” ujar Helviana, Rabu (06/05).
Selain menyerahkan bantuan, momentum ini dimanfaatkan pihak kelurahan untuk:
-
Validasi Kondisi Riil: Meninjau langsung keadaan sosial dan ekonomi penerima manfaat.
-
Pemantauan Kesehatan: Mengecek kondisi kesehatan warga, khususnya lansia atau penyandang disabilitas.
-
Dialog Terbuka: Mendengar aspirasi warga secara langsung tanpa melalui birokrasi meja kantor.
Rincian dan Capaian Penyaluran
Program bantuan yang disalurkan kali ini merupakan alokasi untuk periode Februari–Maret 2026. Setiap KPM menerima paket pangan yang terdiri dari:
-
20 Kilogram Beras
-
4 Liter Minyak Goreng
Kepala Seksi Kemasyarakatan dan Pelayanan Kelurahan Cisalak, Eko Hidayat, mengonfirmasi bahwa total terdapat 1.117 KPM di wilayah Cisalak. Berdasarkan data evaluasi terakhir, seluruh proses pendistribusian telah rampung dilaksanakan.
“Pendistribusian bantuan pangan di wilayah Cisalak sudah berjalan dan selesai dilaksanakan dengan aman, nyaman, dan lancar,” pungkas Eko. Keberhasilan penyaluran ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi warga dan menjaga stabilitas ketahanan pangan di tingkat lokal.






































