DEPOK (08/07/2026) – Peta jalan pembinaan prestasi cabang olahraga panjat tebing tanah air kini diarahkan pada pemetaan kekuatan di level benua. Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) secara taktis memanfaatkan keikutsertaan dalam rangkaian seri kejuaraan dunia atau World Climbing Series di Polandia dan Prancis sebagai instrumen krusial untuk mengasah kemampuan serta mematangkan kesiapan mental para atlet menuju Asian Games 2026. Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat FPTI, Wahyu Buntoro, menegaskan bahwa partisipasi intensif dalam turnamen kasta tertinggi internasional tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari strategi makro pelatnas demi mengunci performa puncak saat berlaga di pesta olahraga terbesar Asia mendatang.
Konsistensi performa tim Merah Putih terbukti meyakinkan dalam uji coba teranyar di World Climbing Series Krakow 2026, Polandia, yang bergulir pada 3–5 Juli kemarin. Skuad Indonesia sukses membawa pulang torehan impresif berupa satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu yang diraih dari kombinasi nomor speed perorangan serta speed relay campuran. Raihan podium tertinggi sendiri dipersembahkan oleh atlet andalan asal Bali, Desak Made Rita Kusuma Dewi, di mana kemenangan manis tersebut sekaligus mengantarkan dirinya bertengger kokoh di peringkat satu dunia untuk disiplin speed putri.
Pasca-merampungkan kompetisi ketat di Krakow, delegasi FPTI langsung bertolak menuju Prancis untuk melanjutkan safari perburuan poin pada seri dunia berikutnya, yakni World Climbing Series Chamonix 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 10–12 Juli. Pada tur lanjutan di Prancis ini, otoritas cabang olahraga menerjunkan kekuatan penuh yang berkekuatan sepuluh atlet, dengan komposisi spesifik berupa tujuh pemanjat di disiplin speed dan tiga pilar di disiplin lead. Ekspektasi tinggi turut dibebankan pada nomor lead agar mampu menyusul tren positif nomor speed, terlebih setelah atlet Putra Tri Ramadani alias Srondeng secara mengejutkan sukses mendulang medali emas pada seri Praha di Ceko pada Juni lalu.
Pihak manajemen FPTI menilai raihan medali dari benua Eropa sejauh ini menjadi modal psikologis yang sangat berharga dalam mendongkrak tingkat kepercayaan diri para atlet saat berhadapan dengan rival-rival global. Rentetan uji coba internasional yang mendapat dukungan penuh dari pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga ini diproyeksikan sebagai ajang evaluasi taktis komprehensif sebelum skuad bertempur memperebutkan medali di ajang Asian Games 2026 yang akan dihelat pada 19 September hingga 4 Oktober di Jepang. FPTI berharap ritme performa positif ini dapat terus dipertahankan oleh seluruh jajaran atlet demi merealisasikan target utama berupa capaian medali emas yang maksimal di Negeri Sakura.





































