DEPOK (08/07/2026) – Kesadaran publik terhadap urgensi menjaga fungsi organ gerak dan kualitas hidup lansia terus diintervensi melalui gerakan olahraga preventif di tingkat komunitas. Momentum peringatan Sarcopenia World Day 2026 dimanfaatkan secara optimal oleh jajaran Koordinator Otonom Ling Tien Kung Depok 1 dengan menggelar agenda Latihan Bersama (Latber) massal di Lapangan RW 03, Jalan Nenas Raya, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, pada Sabtu, 4 Juli 2026 lalu. Aktivitas fisik yang sarat akan pesan kesehatan ini sukses menyedot atensi sekitar 300 partisipan yang memadati area lapangan, meliputi barisan anggota internal Ling Tien Kung, perwakilan tamu undangan lintas wilayah, hingga elemen masyarakat umum yang antusias mengadopsi gaya hidup aktif.
Ketua Koordinator Otonom Ling Tien Kung Depok 1 sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Jumadial Rohim, memaparkan bahwa inisiasi ini merupakan manifestasi kepedulian kolektif untuk membentengi masyarakat dari ancaman sarkopenia atau kondisi degeneratif berupa penyusutan massa dan kekuatan otot. Forum terbuka ini didesain melampaui batas sekadar senam kebugaran biasa, melainkan diproyeksikan sebagai media edukasi hulu guna menuntun pemahaman warga mengenai pentingnya merawat aset biologis tubuh lewat kombinasi olahraga rutin dan pemenuhan nutrisi seimbang, terutama asupan protein harian. Di samping itu, agenda ini menjadi laboratorium pembelajaran manajerial bagi internal organisasi dalam merakit sistem latihan massal yang efektif, efisien, sekaligus mempererat tali silaturahmi antar-komunitas otonom serta mengintroduksi ragam teknik gerak andalan mereka ke ruang publik.
Dalam pergerakannya di lapangan, Koordinator Otonom Depok 1 turut mengukuhkan identitas pembinaannya melalui pengenalan doktrin filosofis Educate, Train, and Facilitate atau yang diakrabkan dengan jargon “Ngajarin, Ngelatih, dan Nemenin”. Filosofi kerja ini mengunci komitmen organisasi untuk memberikan pendampingan personal secara berkelanjutan kepada setiap anggota agar dapat bertumbuh dan konsisten berlatih bersama, bukan sekadar mentransfer teori gerakan semata. Bersamaan dengan momentum peringatan tersebut, pihak panitia secara resmi mengakhiri Program Edukasi Sarkopenia yang telah bergulir simultan selama enam bulan terakhir lewat kampanye Gerakan “Nabung Otot”.
Sebagai langkah keberlanjutan strategis pasca-penutupan gerakan tersebut, Ling Tien Kung Depok 1 langsung meluncurkan program suksesor bertajuk Program Edukasi Nyeri Otot (Musculoskeletal Disorders). Dengan mengusung spirit baru melalui slogan “Gerak Nyaman”, program lanjutan ini difokuskan untuk memperluas cakrawala berpikir masyarakat mengenai pentingnya menjaga keutuhan sistem gerak yang mencakup kolaborasi kesehatan otot, tulang, dan persendian sejak dini. Pihak penyelenggara menaruh harapan besar agar stimulan aktivitas seperti ini dapat terus direplikasi secara berkesinambungan di pelbagai sektor, demi mencetak klaster masyarakat urban yang mandiri, produktif, bugar, serta bebas dari keterbatasan fisik di hari tua.





































