Diplomasi Film: Indonesia-Arab Saudi Jajaki Kolaborasi Strategis di Festival Film Cannes

Depok (14/05/2026) – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, secara progresif mendorong penguatan kolaborasi industri perfilman antara Indonesia dan Arab Saudi di sela-sela rangkaian Festival Film Cannes, Prancis. Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis untuk mentransformasikan potensi kreatif dunia Muslim ke kancah audiovisual global.

Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung pada 13 Mei 2026, Fadli Zon melakukan pembicaraan khusus dengan CEO Komisi Film Arab Saudi sekaligus Direktur Program Red Sea, Abdullah Alayaf.

Sinergi Budaya dan Kekuatan Narasi Muslim

Fadli Zon menegaskan bahwa film dan seni bercerita (storytelling) merupakan instrumen diplomasi budaya yang mampu menghadirkan narasi humanis kepada audiens internasional.

  • Transformasi Potensi: Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, Indonesia berkomitmen menggabungkan kekuatan demografi dan kreativitas bersama Arab Saudi untuk mendominasi industri film global.

  • Koneksi Sejarah: Pertemuan ini juga menyoroti kedekatan historis kedua negara, khususnya melalui perjalanan ibadah haji para tokoh perjuangan nasional Indonesia di masa lampau.

  • Visi Multikultural: Kerja sama ini diharapkan mampu mematahkan stigma dan menghadirkan representasi dunia Islam yang lebih beragam di layar lebar.

Ruang Kolaborasi dan Pertukaran Talenta

Pemerintah Indonesia membuka pintu lebar bagi berbagai skema kerja sama teknis maupun strategis guna memperkuat ekosistem perfilman nasional.

  • Pilar Kerja Sama: Lingkup kolaborasi mencakup pertukaran talenta, pendanaan film, produksi bersama (co-production), hingga pengembangan kapasitas (capacity building).

  • Jejaring Festival: Kementerian Kebudayaan mendorong integrasi antara Red Sea International Film Festival dengan platform domestik seperti Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) dan Jakarta Film Week.

  • Ekspansi Pasar: Abdullah Alayaf merespons positif inisiatif ini dengan harapan agar distribusi film-film karya sineas Indonesia dapat menembus jaringan bioskop di Arab Saudi secara lebih luas.

Pertumbuhan Ekosistem dan Visibilitas Internasional

Kehadiran Indonesia di Cannes 2026 juga menjadi momentum untuk memamerkan geliat pasar domestik yang sedang berada di tren positif.

  • Rekor Penonton: Keberhasilan film Jumbo dan Agak Laen 2 yang masing-masing melampaui angka 10 juta penonton menjadi bukti nyata kematangan ekosistem film nasional.

  • Akses Global: Partisipasi aktif dalam festival bergengsi ini diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi sineas tanah air ke jaringan distribusi dan produksi internasional.

Melalui inisiatif ini, film diharapkan tidak hanya menjadi produk komersial, tetapi juga menjadi duta budaya yang meningkatkan martabat dan visibilitas karya Indonesia di mata dunia.

Komentar

komentar

BAGIKAN