Depok (13/05/2026) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok mengumumkan rencana pelaksanaan kegiatan Karya Bakti Tahun Anggaran 2027 yang akan menyasar 11 lokasi strategis di berbagai kecamatan. Program ini difokuskan pada pemulihan fungsi drainase dan penguatan struktur penahan tanah guna mengantisipasi ancaman banjir serta tanah longsor.
Plt. Kepala DPUPR Kota Depok, Yodi Joko Bintoro, menegaskan bahwa agenda ini mengedepankan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan kelancaran aliran air di wilayah perkotaan.
Sinergi dan Target Penanganan Lapangan
Pelaksanaan karya bakti ini dirancang sebagai aksi terpadu yang melibatkan berbagai elemen kunci di masyarakat.
-
Kolaborasi Personel: Kegiatan ini akan menyinergikan kekuatan dari unsur TNI, warga setempat, serta dukungan teknis dari Satgas Sumber Daya Air (SDA).
-
Normalisasi Saluran: Fokus utama pekerjaan meliputi pengerukan sedimentasi dan penanganan penyempitan aliran air yang selama ini menjadi pemicu genangan saat intensitas hujan tinggi.
-
Stabilitas Lahan: Selain pembersihan, tim akan melakukan perbaikan turap minor pada titik-titik rawan untuk mencegah kerusakan struktur akibat gerusan air.
Sebaran Lokasi Prioritas
DPUPR telah memetakan sejumlah titik krusial yang masuk dalam daftar penanganan prioritas, antara lain:
-
Bojongsari & Sawangan: Anak Kali Angke 5 di Jalan Mandor Tajir (Pondok Petir) dan Jalan H. Sulaiman (Bedahan).
-
Cipayung & Cilodong: Saluran tersier Kali Cabang Tengah (Pondok Jaya) dan wilayah RW 30 Kelurahan Sukamaju.
-
Limo & Beji: Jalan Pendowo (Grogol), kawasan depan Diklat Kemenkumham (Pangkalan Jati), serta Jalan R Sanim (Tanah Baru).
-
Pancoran Mas: Jalan Raya Keadilan Rawadenok (Rangkapan Jaya Baru).
Dorong Budaya Gotong Royong
Yodi Joko Bintoro menekankan bahwa keberhasilan jangka panjang dari normalisasi ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Pemerintah berharap warga tidak hanya mengandalkan intervensi dinas, tetapi juga proaktif dalam memastikan saluran tetap bebas dari sumbatan sampah.
“Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas infrastruktur, tetapi juga membangkitkan kembali semangat gotong royong antara pemerintah, aparat, dan masyarakat Depok,” pungkasnya.


































