DEPOK (06/07/2026) – Inisiasi jaminan pemenuhan hak akademis sejak usia dini melalui program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) mendapat respons yang sangat masif pada tahun perdana peluncurannya. Skema sekolah gratis yang menyasar jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ini langsung memicu lonjakan angka pendaftar dari kalangan masyarakat yang ingin mengamankan kursi pendidikan bagi putra-putri mereka. Kepala Sekolah Raudhatul Athfal (RA) Daarul Fikri Beji, Jamilah Askar Sanjaya, mengonfirmasi bahwa lembaga yang dipimpinnya kini resmi menampung sebanyak 60 siswa baru melalui intervensi program RSSG PAUD tersebut. Tingginya ketertarikan warga bahkan memaksa pihak panitia menetapkan sistem daftar tunggu (waiting list) guna mengantisipasi slot kosong andai terdapat calon peserta didik yang memutuskan mengundurkan diri di tengah jalan.
Menyikapi lonjakan animo tersebut, Jamilah yang juga mengemban amanah sebagai Ketua Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kota Depok menjelaskan bahwa pembatasan kuota terpaksa dilakukan demi menyesuaikan daya tampung fisik dan efektivitas proses belajar mengajar di kelas. Sebanyak 60 anak yang lolos verifikasi tersebut nantinya akan didistribusikan ke dalam klaster jenjang TK A dan TK B. Adapun bagi kelompok siswa lama di jenjang TK B yang pada tahun ajaran sebelumnya belum sempat terakomodasi oleh pembiayaan RSSG saat berada di kelas TK A, pihak manajemen RA Daarul Fikri mengambil kebijakan afirmatif internal dengan tetap membebaskan seluruh biaya pendidikan mereka sebagai wujud kepedulian institusi terhadap keberlanjutan studi anak didik.
Atas terealisasinya jaminan pendidikan inklusif tersebut, pihak sekolah mewakili barisan orang tua murid melayangkan rasa syukur serta apresiasi mendalam kepada Wali Kota Depok, Supian Suri, beserta Ibu Wali Kota Depok, Siti Barkah Hasanah atau yang akrab disapa Cing Ikah, atas komitmennya dalam memperluas akses sekolah bermutu bagi kalangan masyarakat urban. Otoritas sekolah berharap program intervensi sosial di sektor hulu pendidikan ini dapat terus disosialisasikan secara masif dan sehat di ruang publik, sehingga fungsi kehadiran negara dalam meringankan beban finansial domestik keluarga kurang mampu dapat dimanfaatkan secara optimal demi mencetak generasi emas masa depan.




































