Meretas Jalur Langit Global: Indonesia Diproyeksikan Menjadi Pasar Aviasi Terbesar Keempat Dunia

6

Depok (26/11/2025) – Indonesia berada di ambang pengukuhan sebagai kekuatan utama dalam sektor penerbangan global. Proyeksi dari Airport Council International (ACI) menempatkan Indonesia sebagai pasar penumpang terbesar keempat di dunia pada periode 2036–2040, sebuah sinyal kuat akan potensi pertumbuhan aviasi yang masif dalam dekade mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden Dewan ICAO (Organisasi Penerbangan Sipil Internasional), Salvatore Sciacchitano, dalam resepsi diplomatik di Montréal, Kanada, yang merayakan 75 tahun keanggotaan Indonesia di ICAO.

Peran Strategis dan Peningkatan Tata Kelola

 

Keanggotaan Indonesia di ICAO sejak tahun 1950 telah menjadi fondasi penting bagi pembangunan nasional dan integrasi wilayah. Saat ini, Indonesia mengelola salah satu ruang udara terbesar di Asia Pasifik dan berfungsi sebagai penghubung strategis antara koridor penerbangan Samudera Pasifik dan Hindia.

Direktur Keamanan Penerbangan Kemenhub, Capt. Sigit Hani Hadiyanto, menegaskan bahwa ICAO adalah mitra kunci dalam pembentukan kebijakan dan standardisasi yang memastikan keselamatan dan keberlanjutan penerbangan sipil.

Duta Besar RI untuk Kanada merangkap Wakil Tetap Indonesia untuk ICAO, Muhsin Syihab, menyoroti rekam jejak panjang RI dalam menyusun standar penerbangan internasional. Pencapaian ini diperkuat oleh fakta bahwa Indonesia:

  • Satu-satunya negara Asia Tenggara dengan kemampuan manufaktur pesawat.

  • Memiliki skor audit keselamatan dan keamanan penerbangan yang kini melampaui rata-rata global.

Komitmen Menuju Keberlanjutan

 

Selain keselamatan operasional, Indonesia juga menunjukkan komitmennya di bidang lingkungan. Pemerintah terus membangun ekosistem ** Sustainable Aviation Fuel (SAF)**.

Inisiatif SAF ini menjadi kontribusi langsung Indonesia terhadap target ICAO untuk mengurangi emisi dari penerbangan sipil internasional, sekaligus memperkuat keberlanjutan jangka panjang industri aviasi nasional.

Komentar

komentar

BAGIKAN