Depok (16/04/2026) – Gelaran Lebaran Depok 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 5 hingga 9 Mei 2026 di Alun-Alun Timur Grand Depok City (GDC), diproyeksikan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi daerah. Selain menjadi panggung pelestarian budaya, festival ini dirancang secara strategis untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pemberdayaan ekosistem usaha lokal.
Ketua Panitia Lebaran Depok 2026, H. Hamzah, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan tahun ini mengusung misi ganda: menjaga akar budaya Nusantara sekaligus menggerakkan roda ekonomi kerakyatan melalui pelibatan ribuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Sirkulasi Ekonomi: Dari Depok untuk Depok
Hamzah, yang juga merupakan legislator dari Fraksi Gerindra DPRD Kota Depok, menekankan pentingnya menjaga perputaran uang tetap berada di lingkup domestik. Strategi utama yang diterapkan adalah mewajibkan pelibatan penyedia jasa dan UMKM binaan dari berbagai dinas terkait, seperti DKUM, Disdagin, dan Dekranasda Kota Depok.
“Kami ingin memastikan bahwa dampak ekonomi dari acara ini tidak lari ke luar daerah. Dengan memprioritaskan perusahaan dan pelaku usaha asal Depok, kita memastikan kontribusi pajak kembali ke kas daerah untuk pembangunan kota,” tegas Hamzah dalam konferensi pers di Kantor PWI Kota Depok, Rabu (15/04/26).
Multiplayer Effect dan Kontribusi Pajak
Salah satu poin krusial dalam aspek fiskal penyelenggaraan Lebaran Depok 2026 adalah penggunaan jasa Event Organizer (EO) lokal. Kebijakan ini diambil guna memastikan transparansi dan optimalisasi setoran pajak ke daerah.
Estimasi Dampak Ekonomi Acara:
-
Kontribusi Pajak Jasa: Penggunaan EO lokal diprediksi menyumbang pajak sekitar 13 persen yang langsung masuk ke kas daerah.
-
Pemberdayaan UMKM: Ribuan pelaku usaha binaan mendapatkan panggung eksklusif untuk meningkatkan volume transaksi dan eksposur pasar.
-
Pertumbuhan PAD: Melalui pajak parkir, retribusi, hingga pajak usaha dari transaksi selama lima hari kegiatan.
Mendorong UMKM Naik Kelas
Selain dampak fiskal jangka pendek, Lebaran Depok 2026 menjadi sarana bagi UMKM untuk “naik kelas”. Dengan perkiraan ribuan pengunjung yang akan memadati area GDC, para pelaku usaha mikro diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperluas jaringan pasar mereka.
“Kehadiran pengunjung yang masif adalah peluang besar. Kami ingin momentum ini menjadi titik balik bagi UMKM lokal untuk meningkatkan skala bisnis mereka, sekaligus membuktikan bahwa budaya bisa bersinergi harmonis dengan kemajuan ekonomi,” tambah Hamzah.
Melalui integrasi antara nilai-nilai tradisional dan tata kelola acara yang profesional, Lebaran Depok 2026 diharapkan mampu menjadi benchmark baru dalam penyelenggaraan festival publik yang berkelanjutan dan memberikan manfaat finansial nyata bagi masyarakat serta Pemerintah Kota Depok.








































