Depok (08/01/2026) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menegaskan perannya yang krusial dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Dalam kurun waktu strategis 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, KAI beroperasi sebagai tulang punggung logistik untuk memastikan listrik tetap andal.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengungkapkan bahwa dari total 3.286.530 ton barang yang diangkut KAI selama periode tersebut, 2.733.587 ton didominasi oleh batu bara.
“Angkutan batu bara itu menjadi tulang punggung pasokan energi di berbagai wilayah, khususnya Jawa dan Bali, saat konsumsi listrik meningkat signifikan selama libur Natal dan tahun baru,” kata Anne.
Ketersediaan listrik yang stabil menjadi kunci agar peningkatan aktivitas rumah tangga, pariwisata, dan sektor usaha selama libur panjang dapat berjalan nyaman tanpa hambatan.
Keunggulan Kereta Api dan Komoditas Lain
KAI berkomitmen memastikan distribusi energi primer tetap lancar, memanfaatkan keunggulan moda kereta api yang memiliki:
-
Kapasitas angkut besar.
-
Ketepatan jadwal yang tinggi.
-
Tingkat keselamatan yang terjamin.
Selain batu bara, yang menjadi komoditas strategis utama untuk pembangkit listrik, KAI juga mendistribusikan komoditas penting lainnya selama periode Nataru. Komoditas tersebut mencakup semen, pupuk, bahan bakar, dan barang konsumsi, yang secara langsung menopang sektor konstruksi, pertanian, industri, dan kebutuhan dasar masyarakat di berbagai daerah.
Anne Purba menutup dengan menekankan kontribusi ganda KAI: “Kereta api bukan hanya mengantar orang pulang kampung atau berlibur, tetapi juga memastikan listrik tetap menyala, industri tetap bergerak, dan roda ekonomi terus berputar. Inilah peran KAI dalam melayani negeri, bahkan ketika banyak yang sedang menikmati liburan.”




































