Dunia Internasional Mengakui, UI dan RMIT University Hadirkan Program Doktor Cotutelle Berbasis Riset Ganda

DEPOK (16/07/2026) – Akselerasi reputasi akademik perguruan tinggi papan atas Indonesia di kancah internasional kembali menorehkan lompatan strategis. Universitas Indonesia (UI) secara resmi memperluas jangkauan globalnya dengan membuka jalur kolaborasi program doktoral (S3) berbasis skema cotutelle berkolaborasi dengan Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) University, Australia. Kesepakatan penting ini dikunci lewat prosesi penandatanganan perjanjian oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sumber Daya UI Ahmad Gamal, S.Ars., M.Si., MUP., Ph.D., bersama Wakil Rektor Bidang Riset, Pelatihan, dan Pengembangan RMIT Prof. Simon Pervan, serta dikawal langsung oleh Rektor UI Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU. Melalui skema inovatif ini, para kandidat doktor dari UI dipastikan bakal mendapatkan rekognisi akademik yang kokoh melalui sistem bimbingan riset ganda (dual-guidance) yang melibatkan kolaborasi intim antara jajaran profesor UI dan ilmuwan terkemuka dari RMIT.

Rektor UI, Prof. Heri Hermansyah, menegaskan bahwa model kemitraan cotutelle ini sengaja dibuka guna membekali mahasiswa pascasarjana dengan bentangan pengalaman meneliti yang jauh lebih komprehensif, inklusif, dan relevan terhadap dinamika sains global. Selain mendapat bimbingan intensif dari para pakar lintas benua, mahasiswa program ini juga mengantongi hak akses penuh terhadap pemanfaatan laboratorium mutakhir serta perluasan jejaring akademik internasional yang dimiliki oleh kedua belah pihak. Langkah progresif ini menjadi kelanjutan dari hubungan harmonis kedua institusi yang sebelumnya telah teruji produktif membuahkan 13 artikel ilmiah berdampak tinggi (high impact) pada tahun 2024 dan bertambah delapan artikel serupa sepanjang tahun 2025.

Pemilihan RMIT University sebagai mitra strategis didasarkan pada rapor performa institusi tersebut yang berhasil merangsek ke peringkat ke-119 dunia versi QS World University Rankings 2027. Di samping itu, universitas yang berpusat di Melbourne ini juga memegang predikat sebagai jawara nomor satu di Australia untuk rumpun studi Architecture/Built Environment, Art & Design, serta Library & Information Management berdasarkan pemeringkatan QS by Subject 2026. Dengan rekam jejak tersebut, tidak mengherankan jika saat ini RMIT menjadi magnet akademik bagi lebih dari 1.000 mahasiswa asal Indonesia yang tengah menempuh studi di sana.

Merespons prospek cerah ini, Vice Chancellor RMIT Prof. Alec Cameron menyambut hangat kerja sama tersebut dan melemparkan sinyal kuat agar kemitraan ini segera dieskalasi ke jenjang yang lebih luas, seperti penyusunan program joint degree dan double degree untuk klaster sarjana (S1) serta magister (S2), paralel dengan penguatan program pertukaran sivitas akademika. Sebagai wujud hilirisasi instan dari pakta integritas ini, UI dalam waktu dekat akan memboyong dua profesor senior RMIT untuk memberikan kuliah intensif selama sepekan di kampus UI. Agenda akademik ini sengaja didesain untuk mempererat jembatan komunikasi antarpakar, merumuskan peta jalan riset bersama, serta melibatkan mahasiswa pascasarjana secara aktif dalam proyek kolaboratif global demi mendongkrak kuantitas dan kualitas publikasi ilmiah Indonesia di mata dunia.

Komentar

komentar

BAGIKAN