Depok (16/03/2026) – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing secara resmi mempererat kemitraan strategis dengan Daerah Otonomi Khusus Guangxi, China. Fokus utama kerja sama kali ini menyasar pada dua sektor krusial: transformasi pendidikan vokasi dan akselerasi teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) guna mendukung industrialisasi di tanah air.
Langkah ini mempertegas komitmen yang telah dirintis sejak 2024, di mana berbagai universitas dan politeknik di Indonesia mulai mengintegrasikan kapasitas teknisnya dengan perusahaan-perusahaan besar asal Guangxi yang beroperasi di Indonesia.
AI: Dari Ketahanan Pangan hingga Kesehatan
Dalam pertemuan tingkat tinggi dengan Sekretaris Komite Partai Komunis China Guangxi, Chen Gang, Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, menyoroti potensi besar AI yang dikembangkan di Guangxi. Teknologi ini diproyeksikan tidak hanya untuk industri manufaktur, tetapi juga merambah sektor pertanian cerdas (smart farming), kesehatan, hingga pariwisata.
“Ke depan, saya ingin terus mendorong penguatan kemitraan di bidang-bidang tersebut. Guangxi memiliki kapabilitas AI yang dapat membantu kita mengidentifikasi hama dan penyakit tanaman secara cepat demi mendukung ketahanan pangan,” ujar Djauhari dalam keterangannya, Senin (16/3/2026).
Nanning Sebagai Jembatan Digital ASEAN
Akselerasi kerja sama ini akan memanfaatkan fasilitas Pusat Aplikasi AI ASEAN-China yang berkedudukan di Nanning, Ibu Kota Guangxi. Fasilitas ini dirancang sebagai hub teknologi yang dapat diakses oleh Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya untuk memperkuat ekosistem digital regional.
Chen Gang menambahkan bahwa pemanfaatan AI di Guangxi telah terbukti mampu meningkatkan volume produksi pertanian secara signifikan. Ia pun secara khusus mengundang delegasi Indonesia untuk meninjau langsung kawasan industri dan pertanian cerdas di wilayahnya.
Lonjakan Perdagangan dan Investasi Hijau
Data KBRI Beijing mencatat tren positif dalam hubungan bilateral dengan Guangxi:
-
Volume Dagang: Tahun lalu mencatatkan kenaikan drastis sebesar 40 persen, dengan nilai mencapai 4,73 miliar dolar AS.
-
Sektor Investasi: Perusahaan Guangxi mulai mendominasi sektor transportasi hijau (kendaraan listrik), produksi mesin konstruksi, dan alat berat di Indonesia.
-
Peran Strategis: Penyelenggaraan tahunan ASEAN-China Expo (CA Expo) di Nanning tetap menjadi motor utama diversifikasi ekspor produk berteknologi tinggi dari Indonesia ke pasar China.
Peta Jalan Ekonomi 2026
Seiring dengan target volume perdagangan ASEAN-China yang diproyeksikan menembus 1 triliun dolar AS pada tahun ini, posisi Guangxi sebagai gerbang utama daratan China yang berbatasan dengan Vietnam menjadi semakin vital.
Melalui penguatan pendidikan vokasi yang berbasis pada kebutuhan industri masa depan, Indonesia optimistis mampu mencetak tenaga kerja terampil yang siap mengoperasikan teknologi mutakhir hasil kolaborasi dengan mitra-mitra strategis di Guangxi.



































