Atasi Bottleneck Drainase, Camat Sukmajaya Desak Penguatan Kesadaran Ekologis Warga Cegah Banjir

DEPOK (05/06/2026) – Otoritas wilayah Kecamatan Sukmajaya memperketat draf mitigasi bencana hidrometeorologi dengan fokus pada penataan kebersihan ruang publik. Camat Sukmajaya, Christine Desima Arthauli, menegaskan bahwa komitmen pemeliharaan ekologi lokal ditujukan untuk mengonstruksikan kawasan permukiman yang aman, sehat, serta bebas dari ancaman genangan air. Dalam analisis taktisnya, Christine memaparkan bahwa draf pemicu banjir yang melanda sejumlah titik kerawanan tidak semata-mata dikontribusikan oleh faktor alamiah berupa tingginya intensitas curah hujan, melainkan juga dipicu oleh akumulasi sedimentasi lumpur, draf penumpukan material sampah domestik di dalam saluran drainase, serta terjadinya penyempitan dimensi saluran air (bottleneck) yang secara drastis menghambat laju debit air.

Guna mengurai sumbatan infrastruktur dasar tersebut, camat yang akrab disapa Itin ini mengonfirmasi bahwa pihaknya aktif melancarkan koordinasi horizontal dengan jajaran dinas teknis, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok. Langkah ini diambil untuk mengeksekusi draf penanganan darurat serta melangsungkan normalisasi dan perbaikan arsitektur drainase secara berkala. Di samping intervensi struktural dari pihak birokrasi, Camat Itin menggarisbawahi bahwa draf kesadaran kolektif dari masyarakat sipil dalam menjaga sirkulasi lingkungan merupakan variabel penentu yang paling krusial. Warga diimbau keras untuk memotong kebiasaan membuang sampah sembarangan dan beralih mengaktivasi draf kepedulian lingkungan secara mandiri di wilayah masing-masing, dengan penekanan agar publik tidak sekadar melayangkan keluhan saat banjir melanda, namun ikut bertanggung jawab memastikan fungsi saluran air tetap bekerja optimal.

Komentar

komentar

BAGIKAN