DEPOK (05/06/2026) – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok kembali mengintensifkan draf agenda Operasi Bersih (Opsih) berkala sebagai langkah konkret untuk mengakselerasi perwujudan visi Depok ASRI yang mencakup tatanan wilayah yang Aman, Sehat, Ramah, dan Indah. Gerakan yang digulirkan secara konsisten setiap hari Jumat ini digerakkan secara masif dengan melibatkan seluruh jajaran perangkat daerah (PD) hingga tingkat kecamatan, yang dibarengi dengan draf pelaksanaan program pembinaan langsung di wilayah kelurahan binaan masing-masing. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, mengonfirmasi bahwa aktivitas Opsih kali ini dikonsentrasikan pada empat aspek fundamental utama. Kebijakan ini sengaja ditempuh sebagai instrumen taktis untuk mendongkrak mutu kualitas lingkungan hidup sekaligus merangsang draf kesadaran kolektif masyarakat agar mampu mentransformasikan aktivitas menjaga kebersihan menjadi sebuah budaya komunal yang mengakar.
Reni menguraikan bahwa draf dimensi pertama yang menjadi skala prioritas dalam operasi lapangan ini adalah sterilisasi dan pembersihan tumpukan sampah di berbagai ruang publik. Ruang lingkup draf pengerjaannya menyasar pembersihan koridor jalan utama, kawasan permukiman warga, taman kota, area situ, bantaran sungai, hingga area fasilitas umum esensial seperti pasar, terminal, dan lingkungan sekolah. Di samping pembersihan fisik, aspek kedua dari Opsih ini diarahkan untuk memperkokoh draf implementasi budaya pilah sampah di tingkat tapak. Melalui draf pendekatan ini, petugas memberikan edukasi intensif mengenai tata cara pemilahan sampah langsung dari sumbernya di skala rumah tangga, sekaligus mengampanyekan draf pengurangan pemakaian kantong plastik sekali pakai guna menekan volume residu tahunan.
Lebih lanjut, draf atensi pemerintah juga dicurahkan pada aspek ketiga yang berfokus pada penataan estetika lingkungan sekitar. Upaya penataan ini direalisasikan melalui draf pembersihan vegetasi rumput liar yang mengganggu pemandangan, pengerukan sedimen pada saluran drainase untuk mencegah genangan air, peningkatan draf penghijauan lewat penanaman bibit pohon baru, hingga tindakan tegas berupa penertiban sejumlah titik lokasi yang kerap dijadikan tempat pembuangan sampah liar oleh oknum tidak bertanggung jawab. Langkah komprehensif ini diharapkan mampu menstimulus lahirnya ruang hidup yang jauh lebih bersih, sehat, sekaligus nyaman secara berkesinambungan. Pada draf pelaksanaannya, keberhasilan Opsih ditegaskan tidak dapat bertumpu pada unsur birokrasi pemerintahan semata, melainkan wajib mengedepankan aspek keempat yaitu draf penguatan asas gotong royong yang mengondisikan pelibatan aktif dari elemen warga, komunitas peduli lingkungan, hingga para pelaku usaha lokal sebagai kunci utama penentu kelestarian ekologi kota.




































