DEPOK (08/06/2026) – Efektivitas dan kesigapan response time yang diperagakan oleh jajaran personel Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok kembali menjadi faktor krusial dalam mengeliminasi risiko perluasan dampak amukan si jago merah. Sepanjang dua hari terakhir, otoritas penyelamat daerah ini sukses melakukan penanganan dini terhadap dua insiden kebakaran terpisah yang sempat mengancam keselamatan lingkungan jika terlambat diintervensi. Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok, Djoko Setiono, mengonfirmasi bahwa seluruh pasokan laporan darurat dari warga langsung dikonversi menjadi tindakan taktis oleh personel di lapangan, sehingga fluktuasi kobaran api berhasil dilokalisasi sebelum sempat merembet ke klaster bangunan atau area yang jauh lebih luas. Pihaknya menegaskan bahwa manajemen penanganan pada menit-menit awal merupakan golden time yang sangat menentukan dalam menjaga keselamatan jiwa warga sekaligus meminimalkan kerusakan aset publik di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan kronologi data kedinasan, rentetan peristiwa pertama pecah di kawasan Jalan Raya Bogor, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, pada Minggu (07/06) dini hari. Petugas menerima transmisi laporan masuk pada pukul 04.20 WIB mengenai adanya sebatang pohon yang terbakar hebat akibat tersulut rembetan aktivitas pembakaran sampah di bawahnya. Mengandalkan ketangkasan armada, personel dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Cimanggis hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk tiba di lokasi dan langsung melakukan penetrasi pemadaman total hingga situasi resmi dinyatakan kondusif. Memasuki hari berikutnya, yakni Senin (08/06), panggilan darurat serupa kembali diterima petugas menyusul terjadinya insiden kebakaran di area pembuangan puing yang berlokasi di Jalan Pendowo Cakra Vista, Kelurahan Limo. Melalui pergerakan kilat sekitar lima menit, jajaran personel UPT Cinere bergerak cepat menjinakkan titik api sebelum sempat menjalar ke pemukiman sekitar.
Djoko membeberkan bahwa meskipun kedua peristiwa tersebut secara skala volume masuk dalam kategori kebakaran minor, perlakuan dan prioritas penanganan tetap disetarakan dengan prosedur operasi standar penuh. Hal ini dikarenakan bara api memiliki sifat dinamis yang sewaktu-waktu dapat meledak menjadi konflagrasi besar jika berinteraksi dengan material kering yang mudah terbakar di sekitar lokasi area. Otoritas mengingatkan masyarakat agar tidak bersikap sepele terhadap aktivitas pembakaran limbah rumah tangga. Dalam operasi penjinakan dua titik api ini, dinas mengerahkan kekuatan berupa tiga personel dan satu unit armada pemukul dari UPT Cimanggis, serta sokongan tujuh personel beserta dua unit armada dari UPT Cinere, di mana nihil laporan mengenai adanya korban jiwa ataupun kerugian materiil skala besar. Menutup keterangannya, Djoko menggarisbawahi pentingnya keterlibatan aktif masyarakat untuk segera menghubungi nomor darurat pemadam saat mendeteksi indikasi api sekecil apa pun demi menjaga stabilitas keamanan lingkungan secara kolektif.







































