Pelopori Kampung Tematik Pertama di Depok, Dekranasda Resmikan “PlasART” Guna Dorong Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Berbasis Limbah Plastik

DEPOK (09/06/2026) – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Depok secara resmi meluncurkan Kampung Kresek “PlasART” yang dipusatkan di kawasan Komplek Rivaria RW 11, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, pada Senin (08/06/26). Kehadiran pusat kerajinan ini menorehkan catatan sejarah baru sebagai pelopor kampung tematik perdana di Kota Depok yang secara khusus memfokuskan lini produksinya pada pemanfaatan dan pengolahan limbah kantong plastik bekas menjadi aneka produk kerajinan tangan bernilai ekonomis tinggi. Agenda peresmian ruang kreatif tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Dekranasda Kota Depok, Siti Barkah Hasanah, dengan didampingi oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok, Widyati Riyandani. Langkah taktis ini diandalkan pemerintah daerah sebagai instrumen dalam mengurai permasalahan ekologi lingkungan sekaligus mendongkrak pendapatan finansial masyarakat di tingkat tapak.

Siti Barkah Hasanah, yang akrab disapa Cing Ikah, membeberkan bahwa embrio berdirinya Kampung “PlasART” ini berawal dari inisiatif solutif salah satu warga setempat, Ayi, yang memiliki keahlian khusus dalam merestorasi limbah kantong kresek tak bernilai menjadi rupa-rupa barang utilitas yang modis dan fungsional. Di tangan kreatifnya, bahan baku sampah plastik rumah tangga tersebut berhasil disulap menjadi komoditas niaga bernilai jual tinggi seperti tas, gantungan kunci, benda pajangan, dompet, wadah tisu, hingga kerajinan kipas tangan. Otoritas melayangkan rasa bangga dan apresiasi tinggi atas lahirnya inovasi produk luar biasa tersebut, mengingat penetrasi pasarnya tergolong sangat positif di mana ragam karya dari Kampung “PlasART” dilaporkan konsisten habis diburu konsumen serta menjadi salah satu produk terfavorit bagi para pengunjung di Toko Oleh-oleh Dekranasda Depok Maju yang beroperasi di area Balai Kota Depok.

Melihat potensi besar yang menjanjikan tersebut, Cing Ikah mendorong agar Kampung Kresek “PlasART” diproyeksikan menjadi pilot project atau proyek percontohan kampung tematik di tingkat nasional. Indikator pendukung target tersebut dinilai sangat relevan karena di samping terbukti efektif dalam memicu program pemberdayaan dan kemandirian ekonomi kelompok perempuan lokal, sentra kerajinan ini juga memiliki daya tarik untuk dikonversikan menjadi destinasi wisata edukasi gaya baru di Kota Depok. Hal ini didasari oleh keunikan gagasan otentik pengolahan kresek menjadi produk premium yang belum pernah ada sebelumnya di wilayah lain, sehingga kawasan Bedahan ini diyakini lambat laun mampu menjelma menjadi pusat studi banding dan kunjungan bagi berbagai kelompok masyarakat dari seluruh penjuru Indonesia.

Komentar

komentar

BAGIKAN