Tekan Indeks Depresi, Wali Kota Supian Suri Wisuda Ribuan Lulusan Sekolah Lansia IRL Depok

DEPOK (16/06/2026) – Gelombang optimisme pemenuhan kesejahteraan sosial bagi kelompok usia senja tergambar jelas dalam prosesi wisuda akbar Sekolah Lansia Indonesia Ramah Lansia (IRL) Sayang EmaBaba Tahun Anggaran 2026. Sebanyak 1.251 warga lanjut usia (lansia) yang merepresentasikan keterwakilan dari 11 wilayah kecamatan di Kota Depok secara khidmat mengikuti prosesi kelulusan yang dipusatkan di Balairung Budi Utomo, Hotel Bumi Wiyata, pada Selasa, 16 Juni 2026. Wali Kota Depok, Supian Suri, menegaskan bahwa kehadiran program pendidikan non-formal khusus ini merupakan manifestasi konkret dari komitmen penuh jajaran pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan publik yang inklusif, sekaligus menempatkan etos belajar para wisudawan senior ini sebagai mercusuar inspirasi yang patut diteladani oleh generasi muda.

Supian Suri melayangkan apresiasi tinggi atas tingginya loyalitas dan kedisiplinan para peserta yang tetap bergairah memburu pengetahuan serta aktif mengambil peran dalam ruang interaksi sosial kemasyarakatan meskipun telah memasuki fase usia uzur. Sektor keterpeliharaan mental ini diperkuat oleh rilis data survei internal yang dilakukan oleh tim pengelola program, di mana keberadaan Sekolah Lansia IRL Sayang EmaBaba terbukti memberikan dampak linier terhadap lonjakan drastis pada indikator kebahagiaan para pesertanya pasca-mengikuti kurikulum pembelajaran. Intervensi edukasi berbasis komunitas ini juga dinilai sukses menjadi instrumen terapeutik yang efektif dalam menekan risiko gangguan psikologis di tingkat tapak.

Keberhasilan tersebut tecermin dari parameter klinis tingkat stres dan depresi para alumnus Sekolah Lansia Depok yang mencatatkan skor evaluasi di angka 14, sebuah akumulasi yang jauh lebih sehat dan berada di bawah ambang rata-rata tingkat depresi lansia secara nasional yang menyentuh angka 24 pada kelompok umur yang sama. Di samping keunggulan rapor kesehatan mental, dampak positif lain yang berhasil dipetakan adalah terjadinya rekonstruksi rasa percaya diri serta eskalasi gairah hidup yang signifikan di kalangan para lansia. Melalui rangkaian stimulasi akademik dan kehangatan interaksi antarsejawat selama masa sekolah, para lulusan kini bertransformasi menjadi pribadi yang lebih mandiri dan berenergi, yang diharapkan mampu menularkan vibrasi semangat positif tersebut ke dalam ekosistem keluarga, anak cucu, hingga masyarakat luas.

Komentar

komentar

BAGIKAN