Antisipasi Lonjakan Jalur Domisili, Disdik Depok Siagakan Belasan Loket Helpdesk SPMB di Hari Libur Nasional

DEPOK (15/06/2026) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok mengambil langkah ekstra dengan tetap mengoperasikan layanan helpdesk Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) pada Selasa, 16 Juni 2026, meskipun bertepatan dengan momen hari libur nasional Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah. Kebijakan mitigasi ini sengaja ditempuh guna mereduksi kecemasan serta memfasilitasi para orang tua maupun wali murid yang menemui kendala teknis dalam proses pendaftaran buah hati mereka. Berpusat di area lobi Kantor Disdik Kota Depok, Lantai 4 Gedung Dibaleka II, Balai Kota Depok, posko pelayanan fisik ini disiagakan secara penuh demi mengawal kelancaran fase krusial penerimaan siswa baru di tingkat tapak.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono, memaparkan bahwa kepadatan volume masyarakat yang memadati kantor dinas pada hari libur ini sudah diprediksi sebelumnya seiring dengan momentum pembukaan jalur domisili jenjang SMP yang berjalan simultan dengan pendaftaran program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG). Wahid meluruskan opini publik dengan menegaskan bahwa penumpukan massa di lokasi bukan disebabkan oleh adanya kerusakan sistem jaringan ataupun malafungsi pada aplikasi pendaftaran daring. Mayoritas wali murid yang datang secara langsung justru bertujuan untuk menyelesaikan urusan penyesuaian administrasi personal, mulai dari koreksi ketidakakuratan titik koordinat tempat tinggal, sinkronisasi perubahan data Kartu Keluarga (KK), hingga asistensi pembuatan akun baru dari awal.

Lebih jauh, kompleksitas verifikasi administrasi ini juga dipengaruhi oleh adanya sebagian calon peserta didik yang berasal dari institusi di bawah naungan Kementerian Agama, yang integrasi validasi akunnya belum tuntas secara menyeluruh jika dibandingkan dengan sekolah di bawah Kemendikdasmen. Guna mengantisipasi gelombang kedatangan warga, Disdik Depok melakukan langkah taktis dengan melipatgandakan jumlah petugas dan loket pelayanan dari yang semula hanya enam unit pada hari biasa, dinaikkan menjadi sembilan loket di pagi hari, hingga menyentuh total 15 loket layanan pada siang harinya. Otoritas pendidikan setempat menjamin bahwa seluruh warga yang telah mengamankan nomor antrean akan tetap dilayani secara prima hingga tuntas pada hari yang sama.

Sebagai opsi solutif untuk memangkas waktu tunggu di area lobi, pihak Disdik juga menyediakan skema alternatif berupa pendistribusian formulir perbaikan data fisik. Melalui metode ini, para orang tua cukup menuliskan detail koreksi titik koordinat rumah yang presisi atau pembetulan data KK tanpa harus menunggu proses entri data selesai di tempat, lantaran petugas internal yang akan melakukan eksekusi pembenahan sistem secara berkala. Melalui kombinasi penambahan loket dan simplifikasi prosedur pengaduan ini, Disdik Kota Depok optimistis dapat mengurai sumbatan komunikasi serta memberikan jaminan bahwa seluruh hak pendaftaran calon siswa dapat terakomodasi dengan baik dan transparan tanpa ada yang terlewat.

Komentar

komentar

BAGIKAN