DEPOK (10/07/2026) – Geliat pembinaan cabor bela diri di Kota Belimbing kembali menorehkan impresi positif di panggung nasional. Kontingen Taekwondo Kota Depok sukses mencatatkan performa gemilang dengan memboyong total 14 medali dalam ajang Kejuaraan Nasional Ksatria Nusantara PBTI Series 4 yang dihelat di GOR Citra Arena, Bandung, pada 3–5 Juli 2026 kemarin. Dominasi tim asal Depok tersebut merentang di pelbagai kelas kompetisi dengan rincian perolehan berupa 1 medali emas, 3 medali perak, dan 10 medali perunggu. Capaian ini langsung menempatkan cabor taekwondo sebagai salah satu lumbung prestasi potensial daerah menjelang kalender olahraga regional mendatang.
Merespons raihan impresif tersebut, Sekretaris Umum KONI Kota Depok, Jamal Mutaqin, melayangkan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran atlet, tim pelatih, jajaran pengurus Taekwondo Indonesia Kota Depok, hingga dukungan moril orang tua murid. Saat dikonfirmasi pada Kamis, 9 Juli 2026, Jamal menegaskan bahwa rentetan podium ini menjadi bukti autentik bahwa roda pembinaan usia dini dan atlet elite di Depok berjalan secara konsisten dan terarah. Keberhasilan di Kota Kembang diklaim bukan sebuah produk instan, melainkan hasil akumulasi dari kedisiplinan latihan jangka panjang serta solidnya kerja sama multipihak. KONI berharap capaian ini mampu menularkan stimulus positif bagi cabang olahraga lainnya sekaligus menjadi modal psikologis krusial mengingat tim taekwondo diproyeksikan menjadi salah satu kontributor utama medali bagi kontingen Kota Depok pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV yang akan digulirkan November mendatang.
Berdasarkan rekapitulasi hasil pertandingan di Bandung, satu-satunya medali emas yang berhasil dikunci oleh kontingen Depok dipersembahkan melalui performa solid kategori Beregu Junior Putra yang digawangi oleh trio taekwondoin Kafka, Rafka, dan Ghozy. Sementara itu, keran medali perak berhasil disumbangkan lewat aksi agresif tiga petarung di kategori Kyorugi Senior, yakni Nadhir Brian di kelas U-58 Kg, Kanz Rezvan H.A di kelas U-63 Kg, serta M Rafa Pratama N yang turun di kelas berat U-87 Kg.
Melengkapi dominasi tim, sepuluh medali perunggu berhasil dikumpulkan dari pelbagai nomor dan kelompok umur. Pada kategori Kyorugi Senior Putra, podium ketiga diamankan oleh I Gusti Ngurah W.W di kelas U-54 Kg dan Arga Ahmad P di kelas U-74 Kg. Bergeser ke sektor Kyorugi Senior Putri, medali perunggu diraih oleh Quinsha Azzahra di kelas U-49 Kg, Andria Gita di kelas U-59 Kg, serta Larissa Naura R di kelas U-67 Kg. Tren positif ini diteruskan oleh barisan petarung muda di kelas Kyorugi Junior melalui sumbangan perunggu dari Okan Satria P.P di kelas U-59 Kg, M. Lisanul Haq di kelas U-63 Kg, Dahayu Cetta B di kelas U-44 Kg Putri, serta Iandra Dinda di kelas U-49 Kg Putri. Sebagai penutup, sekeping perunggu terakhir berhasil dikunci secara dramatis oleh Khayyirah Rizkya Nuraini yang tampil memukau pada nomor estetik Freestyle Individual Putri.








































