DEPOK (14/07/2026) – Demam sepak bola global yang tengah melanda dunia kini didekatkan langsung ke halaman perkantoran pelayan publik di tingkat akar rumput Kota Depok. Guna memfasilitasi antusiasme warga sekaligus mempererat jalinan kemitraan sektoral, Kelurahan Kukusan menginisiasi agenda nonton bareng (nobar) laga semifinal Piala Dunia 2026 yang mempertemukan duel klasik antara tim nasional Inggris melawan Argentina. Hajatan nonton massal ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis dini hari, 16 Juli 2026, mulai pukul 02.00 WIB hingga peluit akhir pertandingan ditiupkan. Kolaborasi apik ini digarap bersama unsur Tiga Pilar Kelurahan Kukusan—pemerintah setempat, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa—sebagai langkah taktis mengokohkan ketertiban wilayah lewat pendekatan sosial-kemasyarakatan yang santai dan penuh kehangatan.
Lurah Kukusan, Kholifah, yang akrab disapa Olif, mengungkapkan bahwa momentum laga krusial ini sengaja dimanfaatkan sebagai instrumen perekat silaturahmi antarwarga di tengah kesibukan harian. Ditemui pada Selasa, 14 Juli 2026, Olif menegaskan bahwa nobar kali ini bukan sekadar panggung tontonan olahraga, melainkan ruang interaksi inklusif untuk memupuk kekompakan dan rasa kekeluargaan masyarakat Kukusan. Untuk menjamin kenyamanan para penonton yang diperkirakan bakal memadati area halaman kelurahan, panitia penyelenggara telah menyiapkan infrastruktur pendukung yang mumpuni, mulai dari bentangan layar berukuran raksasa, penataan area menonton yang nyaman, suguhan camilan dan minuman hangat cuma-cuma, hingga pelbagai hadiah hiburan menarik (doorprize) yang siap dibagikan sepanjang jeda pertandingan.
Otoritas kelurahan berharap atmosfer nobar semifinal ini dapat berjalan kondusif dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga ketertiban lingkungan sekitar meskipun tensi pertandingan di lapangan hijau dipastikan berjalan panas. Melalui undangan terbuka ini, Lurah Olif mengajak segenap warga Kukusan untuk datang berbondong-bondong memboyong keluarga, tetangga, maupun kerabat dekat guna menciptakan malam kebersamaan yang meriah dan aman. Langkah komunikatif ini diharapkan tidak hanya sukses menghadirkan hiburan berkualitas yang ramah bagi warga, tetapi juga mampu mengikis jarak birokrasi dan memperkuat fondasi keharmonisan sosial di wilayah Kukusan secara jangka panjang.







































