DEPOK (14/07/2026) – Program peningkatan kompetensi angkatan kerja lokal yang digulirkan Pemerintah Kota Depok kembali membuktikan dampak konkretnya dalam memicu kemandirian ekonomi yang inklusif. Melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok, penyelenggaraan Pelatihan Barista Tahun 2026 sukses menjadi jembatan kesempatan yang setara bagi pelbagai elemen masyarakat. Agenda vokasional ini terbukti tidak hanya menyasar pencari kerja umum, melainkan juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi kelompok disabilitas untuk mengasah kapasitas profesional, sekaligus menjadi batu loncatan strategis bagi para talenta muda lokal yang membidik peluang karier barista profesional hingga ke pasar kerja internasional.
Keberpihakan program ini terhadap kesetaraan akses dibuktikan dengan lolosnya Joshua Hasiholan Panggabean, seorang pemuda disabilitas asal Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, yang sukses melewati seluruh tahapan seleksi ketat hingga menjadi peserta aktif. Ibunda Joshua, Lasma Ida Sihombing, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada Pemkot Depok atas ruang ramah disabilitas yang disediakan dalam program ini. Joshua, yang dikenal memiliki ketekunan tinggi dalam menyelesaikan instruksi kerja, sebelumnya telah memiliki fondasi dasar meracik kopi sejak duduk di bangku sekolah luar biasa. Kehadiran pelatihan intensif dari pemerintah daerah ini pun menjadi stimulus besar bagi keluarganya, sekaligus menjadi pesan edukatif bagi para orang tua anak berkebutuhan khusus lainnya untuk terus mendukung tumbuh kembang minat dan bakat anak secara produktif.
Di sisi lain, pelatihan ini juga dirasakan sebagai bekal berharga oleh para lulusan baru yang bersiap melakukan lompatan besar dalam karier global. Lela Monitianasari, peserta asal Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, bersaksi bahwa kurikulum yang disajikan sangat komprehensif karena menggabungkan teori mendalam dan porsi praktik langsung yang dominan. Selama pelatihan, peserta digembleng dengan pelbagai keahlian esensial, mulai dari pemetaan karakteristik varietas kopi arabika dan robusta, teknik cupping untuk menguji kualitas rasa, penelusuran histori komoditas kopi, hingga pengoperasian mesin espreso dan peralatan modern barista lainnya. Bagi Lela, seluruh portofolio keahlian baru ini merupakan modal krusial yang akan langsung diterapkannya di lapangan kerja nyata, mengingat dirinya kini telah mengantongi visa kerja resmi dan bersiap untuk bertolak memulai debut kariernya sebagai barista profesional di Australia.







































