DEPOK (10/07/2026) – Mutu pelayanan klinis dan standardisasi proteksi bagi ibu dan anak di fasilitas kesehatan milik daerah terus dipacu melalui peningkatan kapasitas tenaga medis. Langkah taktis ini diwujudkan oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anugerah Sehat Afiat (ASA) Kota Depok dengan menyelenggarakan agenda Workshop Asuhan Keperawatan Maternal pada Kamis, 9 Juli 2026 lalu. Pelatihan penyegaran kompetensi ini menyasar sekitar 50 bidan yang merupakan representasi dari internal RSUD ASA, jejaring Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), hingga delegasi Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Depok. Forum ilmiah yang dibuka langsung oleh Direktur RSUD ASA, Indriati, ini sengaja mengusung visi Transformasi Sistem Kesehatan dan Pemerataan Akses Layanan KIA Berkualitas, dengan menggandeng para pakar dari Indonesian Health Training Center (IHTC), Ketua PC IBI Kota Depok, serta dokter spesialis bedah internal rumah sakit selaku narasumber.
Kepala Bidang Keperawatan RSUD ASA Kota Depok, Dyah Fitri W, mengonfirmasi bahwa pelaksanaan lokakarya ini merupakan bagian integral dari peta jalan rumah sakit untuk mendongkrak kapabilitas profesi kebidanan, baik dari dimensi keterampilan klinis maupun etika pelayanan langsung. Otoritas keperawatan menggarisbawahi bahwa tolok ukur layanan kebidanan yang bermutu tidak lagi sekadar bersandar pada penguasaan teknis medis baku, melainkan harus berkelindan dengan kecakapan membangun interaksi yang humanis, komunikatif, aman, serta berorientasi penuh pada kenyamanan pasien melalui penerapan service excellent. Guna menopang target tersebut, puluhan bidan dibekali dengan kurikulum materi komprehensif yang mencakup teknik komunikasi efektif, standar pelayanan prima, penguatan literasi digital, hingga strategi pemasaran layanan kebidanan.
Di samping aspek komunikasi, muatan regulasi dan proteksi hukum juga dibedah secara mendalam dalam lokakarya tersebut, meliputi materi transformasi sistem kesehatan nasional, tata kelola kewenangan klinis bidan, aspek hukum dalam praktik kebidanan mandiri, urgensi lembar persetujuan tindakan medis (informed consent), hingga materi preventif terkait pencegahan kanker payudara. RSUD ASA berharap akselerasi wawasan ini dapat menumbuhkan rasa percaya diri yang tinggi bagi para nakes dalam mengeksekusi tindakan medis di lapangan sesuai koridor hukum dan standar mutu yang berlaku. Melalui implementasi program berkelanjutan ini, manajemen rumah sakit optimis mampu mencetak garda kebidanan yang andal guna mendukung akselerasi transformasi kesehatan makro sekaligus memastikan warga Depok mendapatkan jaminan pengalaman medis yang aman, inklusif, dan bermartabat.








































