DEPOK (12/07/2026) – Penyelarasan arah kebijakan pendidikan nasional kini menitikberatkan pada transformasi metode pembelajaran yang lebih substansial dan inklusif di seluruh penjuru negeri. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, menegaskan komitmen penuh jajaran pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk merealisasikan sistem edukasi yang tidak hanya merata, melainkan juga bermutu tinggi bagi segenap anak bangsa. Guna menerjemahkan amanat konstitusi Pasal 31 UUD 1945 serta Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), kementerian mendorong pengadopsian formula komprehensif melalui pendekatan interaktif berbasis “6 El dan 3 Ul” di setiap satuan pendidikan.
Saat menyampaikan gagasan dalam seremoni peresmian SDI 78 dan SMPI 68 Yayasan Cendekia Adab Mulia (YCAM) Al Azhar di kawasan Cimanggis Golf Estate, Kecamatan Tapos, Depok pada Sabtu, 11 Juli 2026 kemarin, tokoh yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum PP Muhammadiyah ini membedah pilar filosofis pendidikan modern. Ia memaparkan bahwa untuk melahirkan profil anak didik yang berwawasan luas (knowledgeable), cakap (capable), dan tetap rendah hati (humble), institusi sekolah wajib mengunci tiga parameter ketersediaan layanan prima, yakni harus mudah didapatkan (available), dapat diakses oleh semua kalangan (accessible), serta ramah dari segi pembiayaan (affordable).
Lebih jauh, Abdul Mu’ti mengampanyekan pergeseran paradigma belajar melalui metode Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning yang berfokus pada kedalaman kualitas ketimbang kuantitas materi kurikulum semata. Pola pengajaran ini bertumpu pada tiga poros utama yang saling berkelindan, yaitu mindful untuk melatih konsentrasi penuh perhatian, meaningful guna menumbuhkan pemahaman materi yang bermakna bagi kehidupan praktis, serta joyful untuk menjamin proses transfer ilmu berjalan secara menyenangkan dan penuh kegembiraan. Penerapan terintegrasi dari ketiga aspek psikologis tersebut diyakini mampu menjadi katalisator tangguh dalam mengonstruksi fondasi karakter anak didik yang kompetitif di masa depan. Pihak kementerian pun menaruh keyakinan besar bahwa sinergi erat bersama lembaga pendidikan swasta seperti YCAM Al Azhar akan menjadi jembatan strategis dalam mencetak generasi penerus yang unggul, tangguh, dan bermartabat demi menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045.








































