Akselerasi Infrastruktur Batas Kota: Pemkot Depok Prioritaskan Jalan, PJU, dan Revitalisasi Taman Cinere

DEPOK (03/06/2026) – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengintensifkan draf penataan ruang publik di wilayah satelit penunjang ibu kota. Langkah taktis ini dimanifestasikan melalui peninjauan lapangan (on-the-spot assessment) yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Depok, Supian Suri, di sejumlah titik infrastruktur strategis Kecamatan Cinere. Inspeksi mendadak ini ditujukan untuk memetakan kebutuhan sarana dan prasarana kota agar dapat dieksekusi secara bertahap.

Dalam melancarkan draf verifikasi faktual tersebut, Wali Kota didampingi oleh jajaran pimpinan perangkat daerah, meliputi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta aparatur camat setempat.

Elevasi Mutu Jalan Koridor Perbatasan Jakarta-Depok

Sektor utama yang masuk dalam radar evaluasi adalah Jalan Raya Cinere, sebuah jalur arteri vital yang mematok batas yurisdiksi langsung dengan wilayah DKI Jakarta. Otoritas menilai, meskipun struktur dasar jalan telah memenuhi standar kelayakan, diperlukan draf peningkatan berkala guna mengamankan aspek kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

“Jalan Raya Cinere yang berbatasan dengan Jakarta memang secara kualitas sudah bagus, tetapi belum sepenuhnya mulus. Itu yang harus kita tingkatkan. InsyaAllah akan kita upayakan melalui anggaran tahun 2026,” urai Supian Suri pasca-agenda peninjauan, Rabu (03/06).

Sekenarisasi Solusi: PJU dan Rekalibrasi Saluran Air

Selain membedah draf pengerasan jalan, Pemkot Depok merespons langsung keluhan publik terkait minimnya pasokan Penerangan Jalan Umum (PJU) di beberapa koridor. Tim teknis diinstruksikan untuk melakukan pemetaan ulang (re-mapping) guna mendeteksi titik koordinat yang membutuhkan penambahan unit lampu baru maupun perbaikan armatur yang rusak.

Parameter Peningkatan Infrastruktur Dasar:

  • Klaster PJU: Optimalisasi sistem pencahayaan jalan guna mereduksi potensi kerawanan tindakan kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas malam hari.

  • Klaster Drainase: Normalisasi dan perbaikan sejumlah titik saluran air guna mendukung daya tampung debit air dan menjaga kualitas lingkungan permukiman.

Estetika Ruang Terbuka Hijau (RTH): Revitalisasi Taman Urban

Aspek ekologi perkotaan tidak luput dari draf perencanaan intervensi. Otoritas mengonfirmasi draf rencana proyek peremajaan (revitalisasi) salah satu taman di kawasan Cinere. Secara vegetasi, kuantitas pepohonan di lokasi tersebut dinilai sudah memadai, namun memerlukan sentuhan tata arsitektur lansekap agar memiliki nilai estetika dan daya tarik lebih sebagai ruang publik komunal.

“Taman ini salah satu yang harus kita perbaiki dan percantik. Pohonannya sudah cukup banyak tetapi belum terlihat indah,” ungkap Supian Suri.

Siklus Akuntabilitas Keuangan: PAD untuk Pelayanan Sektor Riil

Di akhir peninjauannya, Wali Kota menegaskan komitmen korps birokrasi untuk selalu hadir mengeksekusi draf harapan dan kebutuhan riil warga sipil melalui penguatan pelayanan publik.

Pemerintah secara khusus melayangkan apresiasi tinggi atas kontribusi aktif masyarakat Cinere dalam menopang struktur fiskal daerah melalui pemenuhan kewajiban Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta instrumen pajak daerah lainnya. Sektor pendapatan yang terakumulasi dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) tersebut dijamin akan dikembalikan secara utuh dan transparan kepada masyarakat melalui pos belanja modal pemeliharaan kota.

“Melalui pembayaran PBB dan kontribusi pajak daerah lainnya, PAD yang kita miliki akan kita maksimalkan untuk pelayanan masyarakat, khususnya kebutuhan jalan, penerangan jalan umum, dan kebersihan di masing-masing kecamatan,” pungkasnya.

Komentar

komentar

BAGIKAN