DEPOK (10/07/2026) – Evaluasi final terhadap peta sebaran siswa baru di Kota Belimbing menunjukkan efisiensi daya tampung yang sangat masif pada kalender akademik teranyar. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok secara resmi melansir capaian akhir Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dengan angka keterisian bangku sekolah yang melonjak di atas 85 persen untuk seluruh jenjang. Kepala Disdik Kota Depok, Wahid Suryono, mengonfirmasi bahwa penataan kuota tahun ini berjalan dinamis dengan mengedepankan sinkronisasi data riil di lapangan, termasuk memperhitungkan variabel siswa yang tinggal kelas di tiap satuan pendidikan sebelum menetapkan kuota efektif bagi para pelamar baru.
Saat membedah rincian data pada Jumat, 10 Juli 2026, Wahid menguraikan kondisi faktual di sektor SD Negeri yang awalnya menyediakan kapasitas baku sebanyak 16.800 kursi. Setelah dikurangi jatah bagi 28 siswa kelas satu yang tidak naik kelas, daya tampung efektif yang dilepas ke publik menyusut menjadi 16.772 kursi, di mana 16.289 kursi di antaranya sukses terisi hingga menyisakan 483 bangku kosong, atau setara dengan tingkat keterisian sebesar 97,13 persen. Sementara itu, persaingan ketat di level SMP Negeri mencatatkan tingkat okupansi yang jauh lebih padat. Dari plafon awal 11.012 kursi, otoritas memangkas 40 slot untuk memfasilitasi siswa kelas tujuh yang tinggal kelas, sehingga menyisakan kapasitas bersih sebanyak 10.972 kursi. Kecepatan serapan pasar bangku sekolah ini terbukti sangat masif dengan terisinya 10.896 kursi, sehingga sisa akhir hanya bertengger di angka 76 kursi yang tersebar di empat sekolah, sekaligus mengunci persentase keterisian kumulatif di angka fantastis, yakni 99,31 persen.
Di sisi lain, ekspansi akses pendidikan kesetaraan melalui Program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) untuk jenjang menengah pertama juga menorehkan rapor hijau. Program ini sukses menjaring 3.186 siswa baru, yang berarti mampu memberikan daya dukung kuota tambahan di luar sekolah negeri sebesar 29,04 persen. Tren positif tersebut diimbangi oleh performa RSSG jenjang PAUD yang tersebar di 22 satuan pendidikan swasta, di mana dari pagu awal 720 kursi, Disdik berhasil menarik 649 pendaftar. Kendati demikian, akibat kendala administratif dan ketidaksesuaian prasyarat dokumen, jumlah siswa yang dinyatakan lolos verifikasi akhir terkunci di angka 634 anak, yang merepresentasikan tingkat keterisian daya tampung sebesar 88,06 persen.
Pihak otoritas pendidikan mengingatkan publik bahwa fluktuasi statistik data yang tersaji dalam sistem SPMB bersifat sangat dinamis dan bergerak mengikuti linimasa tahapan, mulai dari fase registrasi, verifikasi berkas, pengumuman kelulusan, penarikan dokumen, pergeseran peminatan, daftar ulang, hingga penutupan sisa kuota. Oleh karena itu, Disdik membantah anggapan jika sisa kursi pada fase berjalan langsung dicap sebagai bangku kosong permanen, lantaran seluruh sisa slot tersebut wajib dilewati melalui regulasi mekanisme pemenuhan kuota formal yang berlaku. Dengan rampungnya seluruh administrasi penerimaan ini, Disdik mengucapkan selamat kepada seluruh peserta didik baru dan mengajak segenap elemen ekosistem pendidikan untuk menyongsong tahun ajaran baru dengan optimisme tinggi.








































