Gandeng Pelaku Usaha, Wali Kota Supian Suri Serukan Gerakan Mengetuk Pintu Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

DEPOK (17/06/2026) – Akselerasi pemetaan potensi finansial daerah memerlukan sinergi masif antara otoritas birokrasi dan seluruh lapisan elemen masyarakat produktif. Menanggapi bergulirnya agenda nasional sepuluh tahunan tersebut, Wali Kota Depok, Supian Suri, melayangkan seruan terbuka yang mengajak para pelaku usaha dari berbagai skala industri serta segenap warga kota untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan gelaran Sensus Ekonomi (SE) 2026. Dalam pelaksanaannya di lapangan, korps enumerator bentukan negara dipastikan akan bergerak secara masif melakukan metode pendataan langsung dengan mendatangi satu per satu kawasan permukiman hunian warga sekaligus klaster tempat usaha yang tersebar di wilayah administrasi Kota Depok.

Melalui maklumat yang dirilis via akun Instagram pribadinya pada Rabu, 17 Juni 2026 kemarin, Supian Suri mengimbau publik agar menyambut hangat kehadiran para petugas sensus di lapangan dengan menyajikan komparasi data komersial yang jujur, valid, serta komprehensif. Berdasarkan linimasa resmi yang telah ditetapkan, seluruh rangkaian dinamika pendataan lapangan ini akan bergulir secara berkala dalam kurun waktu dua setengah bulan, terhitung mulai tanggal 15 Juni hingga batas akhir pada 31 Agustus 2026 mendatang. Ketepatan data yang disetorkan oleh masyarakat dinilai sebagai pilar krusial yang menentukan kualitas output statistik makro, mengingat dokumen final hasil sensus tersebut nantinya akan dikonversi menjadi kompas utama pemerintah dalam merumuskan postur cetak biru pembangunan daerah.

Menepis keraguan publik mengenai aspek keamanan informasi usaha, orang nomor satu di Kota Depok ini memberikan garansi penuh bahwa seluruh kerahasiaan portofolio dan rekam jejak bisnis yang diserahkan responden akan dilindungi secara ketat oleh payung hukum regulasi yang berlaku. Supian Suri menekankan bahwa keterlibatan aktif warga dalam menyuplai data berkualitas tinggi merupakan investasi jangka panjang untuk mengarsiteki masa depan tata kelola kota yang lebih inklusif. Menutup arahannya, ia membakar optimisme kolektif warga dengan menegaskan bahwa semangat gotong royong ini menjadi modal penting untuk mewujudkan ikhtiar besar dalam mencatat peta kekuatan ekonomi Indonesia demi menyongsong visi besar Depok Maju.

Komentar

komentar

BAGIKAN