DEPOK (01/06/2026) – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengonstruksikan momentum Hari Lahir (Harlah) Pancasila 2026 sebagai stimulus penguatan reformasi birokrasi dan mutu pelayanan publik. Bertindak sebagai inspektur upacara di Halaman Balai Kota Depok, Senin (01/06) pagi, Wali Kota Depok Supian Suri menegaskan bahwa indikator utama nasionalisme aparatur sipil negara (ASN) saat ini diukur dari efektivitas pelayanan terhadap masyarakat.
Langkah ini diambil guna memastikan nilai-nilai ideologi negara tidak sekadar menjadi jargon teoretis, melainkan draf implementasi nyata dalam memacu kesejahteraan warga di tingkat akar rumput.
Instruksi Vertikal ke Perangkat Daerah: Cepat, Mudah, Inklusif
Usai prosesi upacara, Supian Suri melayangkan instruksi vertikal yang tegas kepada seluruh kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkot Depok. Otoritas eksekutif menuntut adanya transformasi radikal pada koridor pelayanan publik agar bergerak lebih adaptif dan berpihak pada urgensi kebutuhan masyarakat.
“Bagi ekosistem pemerintahan di Kota Depok, wujud konkret dari cinta terhadap tanah air adalah menghadirkan pelayanan terbaik dan maksimal kepada masyarakat. Seluruh kepala perangkat daerah wajib memegang tanggung jawab mutlak ini sebagai pelayan warga,” urai Supian Suri.
Aktivasi Semangat Gotong Royong dan Penataan Estetika Kota
Selain aspek administratif, wali kota juga menyoroti variabel gotong royong sebagai pilar fundamental Pancasila yang wajib diimplementasikan dalam ruang lingkup kerja sehari-hari. Seluruh instansi didorong untuk keluar dari sekat-sekat sektoral dan mulai membangun kolaborasi makro guna membenahi infrastruktur fisik kota.
Dua Fokus Utama Kolaborasi Antar-Perangkat Daerah:
Aspek Lingkungan: Mengonsolidasikan kekuatan lintas dinas untuk menjaga kebersihan wilayah secara masif dan berkelanjutan.
Estetika Geografis: Meningkatkan tata ruang kota agar menjadi kawasan urban yang indah, rapi, dan nyaman dihuni.
Sinergi Visi “Bersama Depok Maju” dan Pembangunan Berkeadilan
Sebagai salah satu kota satelit metropolitan yang heterogen, Depok menghadapi tantangan besar dalam merawat stabilitas dan keharmonisan sosial. Merespons hal tersebut, Supian Suri mengaitkan esensi keadilan sosial dan persatuan ke dalam cetak biru (blueprint) visi pembangunan bertajuk “Bersama Depok Maju”.
Visi strategis tersebut diproyeksikan melalui empat klaster program hulu:
-
Inklusi Sosial: Penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang merata tanpa diskriminasi.
-
Infrastruktur Hijau: Pembangunan fasilitas publik yang maju namun tetap ramah dan adaptif terhadap kelestarian lingkungan.
-
Tekno-Ekonomi: Stimulasi pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis pemanfaatan teknologi modern.
-
Tata Kelola Pemerintahan: Transformasi sistem birokrasi yang adaptif dan responsif terhadap perubahan zaman.
Menutup pidatonya, Supian Suri menyampaikan selamat Harlah Pancasila 2026 kepada seluruh warga kota. Pihaknya mengajak elemen masyarakat sipil, akademisi, hingga pelaku usaha untuk konsisten merawat konsensus nasional tersebut demi menjaga keutuhan serta persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).





































