DEPOK (14/06/2026) – Amukan si jago merah menghanguskan deretan kios di kawasan Kampung Lio, Naming D Bhotin, RT. 01 RW. 19 Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, pada Minggu petang kemarin. Berdasarkan kesaksian warga di lokasi kejadian, kepulan asap hitam pekat beserta kobaran api mulai terlihat membumbung tinggi ke udara sejak pukul 17.45 WIB, yang seketika memicu kepanikan luar biasa di antara warga sekitar yang berhamburan menyelamatkan diri. Karakteristik bangunan yang didominasi oleh material kayu semi permanen, ditambah dengan keberadaan sebuah lapak pengumpul rongsokan di area tersebut, membuat api dengan sangat cepat menjalar dan membesar hingga melahap habis seluruh deretan kios dalam waktu singkat.
Menurut penuturan salah seorang warga setempat bernama Romlah, petaka kebakaran tersebut diduga kuat bermula dari titik sebuah kios penyedia jasa laundry sekitar pukul 17.30 WIB, sebelum akhirnya merembet ke bangunan di sekitarnya. Romlah yang panik mengaku langsung mengkhawatirkan keselamatan suami dan anaknya yang saat itu tengah terlelap di dalam rumah. Beruntung, situasi mencekam tersebut segera direspons oleh jajaran petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok yang langsung menerjunkan tim taktis ke lapangan guna menjinakkan kobaran api yang kian beringas.
Kepala Bidang Pengendalian Operasional Kebakaran dan Penyelamatan pada DPKP Kota Depok, Tesy Haryanti, mengonfirmasi bahwa pihak otoritas pemadam kebakaran menerima sinyal darurat melalui panggilan hotline 112 tepat pada pukul 17.31 WIB. Merespons laporan tersebut, komando pemadam kebakaran langsung mengerahkan armada awal berupa 3 unit mobil pemadam yang diperkuat oleh 12 personel terlatih. Kendati demikian, proses pemadaman di lapangan menghadapi tantangan berat lantaran petugas sempat terkendala oleh minimnya pasokan sumber air di sekitar pemukiman padat tersebut, sehingga tim terpaksa memanfaatkan suplai air terdekat yang bersumber dari Situ Rawa Besar.
Perjuangan petugas dalam menyemprotkan air bertekanan tinggi terus berlanjut hingga melewati waktu matahari terbenam demi mengisolasi pergerakan api agar tidak kian meluas ke perumahan warga yang lebih padat. Penanganan ekstra ketat ini terus diupayakan mengingat banyaknya material mudah terbakar yang menumpuk di area lapak rongsokan. Meski menyisakan kerugian materiil yang cukup besar dan saat ini masih dalam proses penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang, Tessy memastikan bahwa musibah kebakaran hebat di Kampung Lio ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.







































