Perkuat Toleransi Daerah, Wali Kota Depok Kunci Alokasi Dana Stimulus Rp100 Juta untuk Revitalisasi HKBP Depok 1

DEPOK (05/06/2026) – Pemerintah Kota Depok mempertegas komitmennya dalam mendukung penguatan infrastruktur spiritual dan harmoni sosial lintas umat beragama. Langkah nyata ini ditunjukkan oleh Wali Kota Depok, Supian Suri, yang secara resmi mengonfirmasi pemberian bantuan dana stimulus senilai Rp100 juta guna menyokong proyek pembangunan gedung Gereja HKBP Depok 1. Pernyataan strategis tersebut dilayangkan langsung di hadapan jajaran pimpinan gereja, jemaat, serta jajaran tokoh masyarakat yang hadir dalam agenda peletakan batu pertama (ground breaking) fasilitas ibadah yang berlokasi di Jalan Cenderawasih, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas tersebut.

Dalam intervensi anggarannya, Supian Suri menginstruksikan jajaran teknis keuangan daerah agar mengunci pos bantuan finansial tersebut untuk dimasukkan ke dalam draf Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran 2026. Otoritas eksekutif menyambut positif ekspansi pembangunan ini sebagai representasi dari kokohnya semangat kebersamaan, kepedulian sosial, serta perwujudan ekosistem toleransi yang sehat di Kota Depok. Langkah kolektif ini dinilai menjadi variabel krusial dalam mencetak generasi masa depan yang berkarakter hebat, mencintai tanah air, teguh dalam esensi religius, serta menghormati nilai-nilai kemanusiaan antar-sesama warga negara.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pembangunan HKBP Depok 1, Helbert Manalu, memaparkan secara rinci mengenai cetak biru (blueprint) arsitektur proyek rumah ibadah yang tercatat telah berdiri kokoh sejak tahun 1977 tersebut. Berdiri di atas lanskap lahan seluas 1.923 meter persegi, agenda pemugaran total ini diproyeksikan bakal menembus dua fase pengerjaan yang terukur. Untuk fase pertama, target linimasa (timeline) pengerjaan ditetapkan berjalan selama sepuluh bulan dengan pengetatan kendali pada indikator kualitas struktur, kenyamanan ruang, ketertiban lingkungan sekitar, hingga pemenuhan standar kelayakan bangunan sebelum nantinya draf pengerjaan digeser ke fase kedua.

Guna menjamin stabilitas sirkulasi peribadatan harian agar tidak mengalami stagnasi selama proses konstruksi berlangsung, manajemen panitia telah menyiapkan skema mitigasi ruang secara taktis. Ribuan jemaat aktif dipastikan akan dialihkan untuk menggunakan fasilitas gedung serbaguna lokal yang biasa dioperasikan sebagai ruang kegiatan sekolah Minggu anak-anak. Manajemen gereja akan memberlakukan sistem rotasi jadwal ibadah beberapa kali dalam sepekan di gedung darurat tersebut, sehingga seluruh rangkaian ritual keagamaan jemaat dijamin tetap dapat berjalan kondusif tanpa kendala operasional.

Komentar

komentar

BAGIKAN