Resmi Sandang Status PNS 100%, ASN Baru Depok Komit Pangkas Angka Kematian Ibu dan Bayi

DEPOK (02/06/2026) – Momentum pengambilan sumpah jabatan 105 Aparatur Sipil Negara (ASN) formasi tahun 2024 di jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Depok tidak sekadar menjadi upacara seremonial birokrasi biasa. Di balik ketegasan prosesi sakral yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Depok, Supian Suri, di Aula Teratai, Selasa (02/06) lalu, pelantikan ini menandai diaktivasi-nya draf pengabdian baru bagi ratusan personel yang kini sah berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) penuh.

Suntikan tenaga baru ini diplot untuk segera mengisi pos-pos taktis pada berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta unit pelayanan publik demi mendongkrak mutu penyelenggaraan roda pemerintahan dan akselerasi pembangunan di Kota Depok.

Spesialisasi Medis: Fokus Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Di antara jajaran aparatur yang dilantik, kelompok tenaga kesehatan menaruh perhatian besar pada optimalisasi draf jaminan kesehatan daerah. Salah satunya ditunjukkan oleh dr. Immanuel Santoso Margatan, Sp.OG, dokter spesialis obstetri dan ginekologi (kebidanan dan kandungan) yang ditempatkan di RSUD Anugerah Sehat Afiat Kota Depok.

Usai melalui rangkaian panjang tahapan rekrutmen sejak tahun 2024 yang menguras energi, dr. Immanuel menegaskan komitmen klinisnya untuk langsung bergerak melakukan intervensi medis di lapangan.

“Perasaannya tentu sangat lega, bahagia, sekaligus menyadari ini adalah buah dari perjuangan panjang. Banyak sekali fase yang harus kami tuntaskan hingga hari ini resmi menyandang status PNS 100 persen. Target utama saya bergabung di RSUD Anugerah Sehat Afiat adalah mengabdi secara total guna membantu menekan angka kematian ibu dan bayi di wilayah Kota Depok,” urai dr. Immanuel.

Sektor Teknis: Siap Terapkan Ilmu untuk Pembangunan Infrastruktur

Kisah senada mengenai kuatnya soliditas juga disuarakan oleh klaster tenaga teknis daerah. Augustina Puspitaninghandiyana, ASN baru yang mendapat penempatan tugas di jajaran Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok, mengaku bersyukur atas tuntasnya masa transisi seleksi yang memakan waktu hampir satu tahun penuh.

Augustina menggarisbawahi bahwa ikatan kekeluargaan yang solid di antara sesama peserta selama masa orientasi menjadi modal instan yang kuat untuk menyinkronkan kinerja lintas sektor ke depan.

“Alhamdulillah, fase krusial ini telah terlewati dengan penuh rasa bahagia. Kami berkomitmen penuh untuk bersungguh-sungguh mengonversikan bekal ilmu akademik serta pengalaman yang kami miliki menjadi aksi nyata dalam memajukan infrastruktur Kota Depok dan melayani kepentingan masyarakat sipil dengan standar terbaik,” tegas Augustina.

Tuntutan Akselerasi Kinerja Pasca-Pelantikan:

Manajemen Pemkot Depok menuntut 105 aparatur baru ini untuk langsung melakukan pemotongan kompas adaptasi (fast adaptation) di unit kerja masing-masing. Otoritas menegaskan tidak ada waktu untuk bersantai; seluruh personel diwajibkan mendemonstrasikan indikator kinerja utama yang profesional, responsif terhadap keluhan warga, serta bersih secara integritas.

Komentar

komentar

BAGIKAN