Sasar Pemimpin Daerah Hingga Akar Rumput, BPS Depok Terjunkan Petugas Sisir Pelaku Usaha Secara Langsung

DEPOK (17/06/2026) – Akselerasi pemetaan basis data finansial di tingkat daerah terus digencarkan secara masif melalui pergerakan langsung di lapangan. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Depok saat ini tengah mengintensifkan lokalisasi pendataan Sensus Ekonomi (SE) 2026 dengan menerapkan metode kunjungan langsung dari rumah ke rumah (door to door). Dalam operasionalnya, korps enumerator yang terdiri dari Petugas Pencacah Lapangan (PPL) serta Petugas Pengawas Lapangan (PML) dikerahkan secara simultan untuk menyisir setiap sudut wilayah guna menjaring data riil dari masyarakat.

Kepala BPS Kota Depok, Agus Marzuki, mengonfirmasi pada Rabu, 17 Juni 2026 kemarin bahwa jajarannya telah merampungkan fase interogasi sensus terhadap jajaran elite pejabat forkopimda yang berdomisili di Kota Depok. Deretan figur publik yang telah disensus dan diwawancarai secara langsung meliputi Wali Kota Depok Supian Suri, Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah, Ketua DPRD Kota Depok Ade Supriyatna, hingga Kepala Kejaksaan Negeri Kota Depok Arif Budiman. Sementara itu, untuk posisi Kapolres Metro Depok dan Dandim 0508/Depok dipastikan absen dari daftar pendataan lokal karena status kependudukan keduanya yang tercatat bukan sebagai warga sah Kota Depok. Agus menambahkan bahwa selain wawancara tatap muka, momentum pertemuan dengan para petinggi daerah tersebut juga dibarengi dengan prosesi penandatanganan piagam pencanangan sebagai simbol komitmen bersama dalam menyukseskan agenda nasional ini.

Ekspedisi pendataan ini dipastikan tidak hanya menyasar kalangan birokrat, melainkan meluas ke seluruh lapisan masyarakat dan para pelaku usaha tanpa terkecuali. Prosedur standar yang diterapkan petugas di lapangan pasca-merampungkan sesi wawancara adalah melakukan penempelan stiker resmi Sensus Ekonomi pada fasad bangunan atau rumah responden sebagai penanda validasi bahwa tempat tersebut telah selesai didata. Menutup keterangannya, Agus mengingatkan bahwa linimasa perburuan data ekonomi ini akan terus bergulir secara berkala hingga medio Agustus mendatang, seraya melayangkan seruan terbuka bagi segenap warga Depok untuk bersikap kooperatif demi melahirkan potret statistik yang akurat.

Komentar

komentar

BAGIKAN