Suntik Anggaran Rp70 Miliar, Pemkot Depok Mulai Garap Jalan Alternatif Pengurai Macet Kronis di Sawangan

DEPOK (17/06/2026) – Ikhtiar konkret dalam memecah kebuntuan arus lalu lintas di salah satu titik nadi kemacetan Kota Depok resmi memasuki babak baru. Wali Kota Depok, Supian Suri, memimpin langsung prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek rekonstruksi koridor Jalan Alternatif Sawangan yang membentang dari poros Jalan Pemuda hingga Jalan Enggram, Kecamatan Sawangan, pada Rabu, 17 Juni 2026 kemarin. Langkah taktis ini menjadi tonggak awal dari intervensi infrastruktur skala makro yang dirancang khusus oleh pemerintah daerah guna mengurai kepadatan volume kendaraan menahun yang selama ini menjadi momok bagi mobilitas harian warga di belahan barat Kota Depok tersebut.

Supian Suri menegaskan bahwa realisasi proyek fisik ini merupakan manifestasi dari komitmen kolektif yang melibatkan elemen masyarakat, jajaran birokrasi, legislatif, hingga Forkopimda demi menjawab keluhan dan aspirasi publik secara nyata. Titik fokus penataan difokuskan untuk menyelesaikan problematika kemacetan krusial di kawasan Sawangan Kubro melalui dua skema simultan, yakni pelebaran badan jalan eksisting serta pembangunan konstruksi baru pada Jalan Enggram agar terkoneksi sempurna dengan Jalan Pemuda. Demi memuluskan mega proyek ini, Pemerintah Kota Depok mengalokasikan total anggaran yang fantastis mencapai Rp70 miliar, dengan rincian dana pembebasan lahan sebesar Rp40 miliar dan serapan pagu anggaran konstruksi fisik jalan sebesar Rp30 miliar.

Secara teknis, pengerjaan di lapangan mencakup penataan lanskap serta peningkatan kapasitas muat jalan dengan total panjang mencapai 872 meter. Keberadaan jalur alternatif baru ini diproyeksikan mampu mendistribusikan beban kendaraan secara merata sekaligus memperkuat konektivitas transportasi antar-wilayah penyangga. Berdasarkan linimasa pengerjaan yang dirilis, pematangan konstruksi dijadwalkan berlangsung selama kurun waktu enam bulan, terhitung mulai 8 Juni hingga target rampung pada 6 Desember 2026 mendatang. Jika seluruh tahapan selesai tepat waktu sesuai cetak biru perencanaan, efisiensi jalur baru ini diklaim mampu memotong dan mereduksi tingkat kemacetan di kawasan Sawangan secara drastis hingga menyentuh angka 75 sampai 80 persen.

Mengingat kompleksitas pekerjaan yang beririsan langsung dengan jalur aktif, orang nomor satu di Depok tersebut melayangkan permohonan dispensasi dan dukungan moral kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pengguna jalan yang akan terdampak oleh potensi kepadatan lalu lintas imbas dari aktivitas alat berat selama masa konstruksi. Supian Suri menaruh harapan besar agar pembenahan infrastruktur jalan ini mampu menghadirkan multiplier effect positif dalam jangka panjang. Akselerasi mobilitas yang tercipta dari konektivitas bebas hambatan ini diharapkan tidak hanya sekadar memangkas waktu tempuh perjalanan, melainkan mampu menjadi katalisator utama yang menstimulus pertumbuhan ekonomi makro di kawasan Sawangan dan sekitarnya.

Komentar

komentar

BAGIKAN