DEPOK (14/06/2026) – Langkah impresif pasangan ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani, di ajang Australian Open 2026 harus berakhir dengan status runner-up. Menjalani laga pamungkas di Quaycentre, Sydney, pada hari Minggu kemarin, pasangan profesional tanah air ini dipaksa mengakui keunggulan duet tangguh asal China, Chen Bo Yang/Liu Yi. Sabar/Reza harus merelakan gelar juara turnamen level BWF World Tour tersebut setelah berjuang sengit dalam drama dua gim langsung yang berakhir dengan skor 15-21 dan 19-21.
Mengevaluasi jalannya pertandingan, Sabar secara jantan memuji performa solid yang diperagakan oleh ganda putra tirai bambu tersebut di lapangan. Menurutnya, Chen/Liu tampil dengan skema permainan yang sangat disiplin, minim kesalahan, serta memiliki kerapatan pertahanan yang sulit ditembus, sehingga mereka layak dinilai bermain jauh lebih superior pada laga final kali ini. Pola defensif yang rapat dari sang lawan diakui menjadi batu sandungan terbesar bagi Sabar/Reza untuk mengembangkan daya serang mereka sejak awal laga dimulai.
Senada dengan rekannya, Reza menjabarkan adanya faktor teknis eksternal yang cukup memengaruhi jalannya pertandingan, terutama mengenai karakteristik arena di Sydney yang kontras dengan turnamen sebelumnya di Jakarta. Reza merasakan laju pergerakan kok di Australian Open cenderung lebih berat ketimbang saat berlaga di Indonesia Open, sebuah kondisi alamiah yang justru sangat menguntungkan gaya main reli panjang khas pasangan China. Karakteristik bola yang tidak mudah mati tersebut secara perlahan menguras kesabaran pasangan Indonesia hingga sempat memicu hilangnya konsentrasi di poin-poin kritis.
Kendati belum berhasil mengumandangkan lagu Indonesia Raya di podium tertinggi, capaian ini tidak lantas membuat semangat Sabar/Reza surut dalam menatap kalender turnamen BWF mendatang. Sabar menegaskan bahwa menembus babak final di Negeri Kanguru merupakan pencapaian yang sangat krusial bagi perjalanan karier mereka. Pasangan ini optimistis bahwa raihan status runner-up ini akan menjadi momentum titik balik yang berharga untuk mendongkrak kembali konsistensi performa serta menebalkan rasa percaya diri mereka dalam memburu gelar juara di kejuaraan-kejuaraan internasional berikutnya.







































