DEPOK (09/06/2026) – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok kembali membuktikan taringnya dalam menjaga standar kualitas pelayanan publik yang berorientasi pada kepuasan masyarakat. Sepanjang periode lima bulan pertama di tahun 2026, instansi penolong ini sukses mempertahankan rapor performa mereka dengan merengkuh predikat Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) pada kategori “Sangat Baik”. Kepala Bidang Operasional Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok, Tesy Haryati, menegaskan bahwa pencapaian gemilang ini merupakan buah manis dari dedikasi tanpa henti serta militansi seluruh personel di lapangan yang bersiaga penuh selama 24 jam demi menjamin keselamatan warga, baik dalam skema pemadaman kebakaran maupun operasi penyelamatan non-kebakaran.
Fluktuasi data statistik yang terekam pada aplikasi e-SOP milik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) memperlihatkan grafik performa yang sangat impresif. Pada awal tahun, tepatnya Januari 2026, nilai IKM Damkar Depok kokoh di angka 98, lalu merangkak naik menyentuh angka 98,25 pada bulan Februari dan bertahan stabil hingga Maret. Memasuki bulan April, raihan indeks sempat berada di angka 98, sebelum akhirnya melonjak tajam mencapai puncaknya di angka 98,75 pada Mei 2026. Akumulasi angka-angka tersebut menempatkan Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok secara konsisten berada pada parameter kualitas pelayanan “Sangat Baik” karena sukses mengamankan posisi di dalam rentang skor ideal antara 98 hingga 100.
Manajemen operasional menilai tingginya angka IKM ini menjadi indikator sahih atas tebalnya dinding kepercayaan publik terhadap kinerja respons cepat para petugas. Terlebih, cakupan penanganan personel di lapangan kini kian meluas, tidak hanya terbatas pada taktik penjinakan api, melainkan juga aktif melayani mitigasi kedaruratan lain seperti evakuasi satwa liar, penyelamatan korban kecelakaan, hingga penanganan rupa-rupa insiden darurat yang membutuhkan proteksi instan. Kendati telah berada di level tertinggi, Tesy mewanti-wanti seluruh jajarannya agar tidak larut dalam euforia. Pihaknya menegaskan bahwa tantangan mempertahankan prestasi ini jauh lebih berat dan menuntut konsistensi rigid, kedisiplinan total, serta komitmen kuat dari setiap petugas untuk tunduk pada regulasi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku guna menjaga marwah pelayanan yang cepat, tepat, dan profesional.







































