Respons Cepat Laporan Warga, Aparatur Duren Seribu Tuntaskan Sumbatan Drainase Menahun di Kampung Kandang

DEPOK (17/06/2026) – Langkah taktis mitigasi bencana hidrometeorologi di tingkat tapak berhasil dieksekusi oleh jajaran birokrasi kelurahan demi menjamin kenyamanan permukiman warga. Aparatur Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, secara resmi berhasil menuntaskan persoalan genangan air kronis yang selama bertahun-tahun menggenangi kawasan Jalan Kampung Kandang pada Selasa, 16 Juni 2026 kemarin. Melalui intervensi normalisasi saluran drainase secara masif, infrastruktur pembuangan air di wilayah tersebut kini telah kembali berfungsi optimal, sekaligus mengakhiri ancaman banjir yang selama ini kerap menghantui aktivitas domestik masyarakat setempat setiap kali intensitas hujan meninggi.

Lurah Duren Seribu, Ahmad Sabani, memaparkan bahwa tindakan respons cepat ini diambil sesaat setelah pihaknya menerima aduan resmi dari masyarakat mengenai buruknya sistem pembuangan air di lokasi tersebut. Setelah dilakukan pemetaan lapangan, petugas menemukan bahwa saluran drainase sepanjang kurang lebih 120 meter tersebut mengalami penyumbatan parah akibat akumulasi sedimen tanah serta kepadatan sampah domestik, seperti limbah plastik dan botol air mineral yang telah mengendap lama. Kondisi memprihatinkan inilah yang memicu luapan air hingga merendam sedikitnya 15 rumah warga sekitar kala hujan deras mengguyur wilayah Bojongsari.

Guna mengurai benang kusut pembiayaan dan efisiensi tenaga, Ahmad Sabani menginisiasi forum koordinasi dan musyawarah mufakat yang melibatkan pengurus RW, RT, tokoh masyarakat, serta elemen pemuda dari Komunitas K2B. Hasil dari penyelarasan visi tersebut diwujudkan secara konkret lewat aksi gotong royong terpadu yang mulai bergulir sejak 31 Mei 2026 lalu. Berkat tingginya solidaritas dan kerja keras kolektif, proyek pembersihan total ini berhasil dirampungkan hanya dalam kurun waktu tiga hari kerja. Menutup keterangannya, Sabani menegaskan bahwa gerakan swadaya ini bukan sekadar program musiman, melainkan bagian dari konsistensi kultur gotong royong yang telah berjalan lebih dari satu tahun di Kelurahan Duren Seribu guna menjaga aspek kebersihan, keindahan, ketertiban, serta keamanan lingkungan secara berkelanjutan.

Komentar

komentar

BAGIKAN