DEPOK (01/07/2026) – Langkah taktis guna menekan ketergantungan kaum komuter terhadap kendaraan pribadi terus digulirkan melalui perluasan jaringan transportasi publik lintas batas daerah. Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Perhubungan setempat secara resmi melayangkan usulan penambahan lima trayek baru armada bus Transjabodetabek yang mengoneksikan titik-titik krusial di Kota Belimbing menuju jantung metropolitan Jakarta. Saat ini, otoritas perhubungan Depok tengah menanti lampu hijau berupa persetujuan resmi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar rencana operasional moda transportasi massal tersebut dapat segera diimplementasikan di lapangan.
Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Depok, Aan Syurahman, membeberkan bahwa draf usulan ekspansi koridor ini sebenarnya telah diajukan secara formal sejak April 2026 lalu. Guna mematangkan cetak biru operasionalnya, Dishub Depok juga aktif membangun komunikasi intensif serta berkoordinasi secara vertikal dengan korporasi transportasi TransJakarta dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Berdasarkan rilis resmi otoritas daerah pada Rabu, 1 Juli 2026, Aan menegaskan bahwa penjajakan antardisparitas wilayah ini mutlak diperlukan demi mengembangkan trayek Transjabodetabek yang andal, efisien, serta mampu mengakomodasi tingginya tingkat mobilitas harian warga Depok yang bergerak menuju ibu kota.
Adapun kelima koridor baru yang kini tengah diajukan meliputi rute strategis yang membelah kawasan barat dan pusat, di antaranya lintasan Shila at Sawangan menuju Lebak Bulus, Terminal Sawangan menuju Kuningan, serta Terminal Depok via Cinere mengarah ke Blok M. Sementara untuk koridor timur dan interkoneksi terminal, rute yang diusulkan adalah Terminal Jatijajar menuju Terminal Kampung Rambutan, di samping adanya penyesuaian rute Universitas Indonesia menuju Manggarai yang diformulasikan untuk menggantikan relasi lama Terminal Jatijajar menuju Manggarai. Aan menguraikan bahwa mayoritas penduduk Depok menggantungkan mata pencaharian dan aktivitas ekonominya di Jakarta, sehingga ketersediaan angkutan massal yang terintegrasi diharapkan menjadi solusi makro dalam mereduksi volume kendaraan pribadi di jalan raya sekaligus mengurai titik-titik kemacetan akut di koridor penghubung kedua kota.
Menindaklanjuti progres pengajuan tersebut, Dishub Depok berkomitmen penuh untuk menyiapkan seluruh infrastruktur penunjang, termasuk memperbanyak titik halte pemberhentian baru di sepanjang jalur domestik Depok sebagai bagian dari jaminan kelancaran operasional. Kendati proses pemetaan dan penguatan argumentasi teknis terhadap usulan rute masih menjadi fokus utama saat ini, Aan berharap pembahasan regulasi di tingkat Pemprov DKI Jakarta dapat segera rampung dalam waktu dekat. Melalui sinergi antar-otoritas daerah ini, Pemkot Depok optimis penataan sistem transportasi publik korporat ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan perjalanan kaum pekerja, melainkan juga mampu menciptakan ekosistem transportasi publik yang berkelanjutan di kawasan aglomerasi.





































