Tampil Rapi di All England Club, Duet Aldila/Andreozzi Singkirkan Unggulan Kedelapan Menuju Perempat Final Wimbledon

DEPOK (06/07/2026) – Langkah representasi tenis Indonesia di atas rumput prestisius London Barat masih terus berlanjut dengan catatan performa yang menawan. Petenis putri andalan tanah air, Aldila Sutjiadi, sukses menjaga asa juara di ajang Grand Slam Wimbledon 2026 setelah berhasil mengunci satu tempat di babak perempat final pada sektor ganda campuran. Berpasangan dengan petenis tangguh asal Argentina, Guido Andreozzi, duet lintas benua ini sukses menggenggam tiket babak delapan besar seusai menyudahi perlawanan sengit dari pasangan unggulan kedelapan, Jackson Tracy asal Amerika Serikat yang berpasangan dengan Anna Danilina dari Kazakhstan. Dalam bentrokan babak kedua yang dipusatkan di All England Club pada Minggu, 5 Juli 2026 waktu setempat, Aldila/Andreozzi menyudahi laga lewat drama pertarungan tiga set yang berakhir dengan keunggulan skor 7-6(6), 5-7, dan 6-3.

Ketegangan di atas lapangan hijau sudah tersaji sejak awal set pembuka di mana kedua pasangan tampil dominan dalam mengamankan gim servis masing-masing. Kedudukan yang sama kuat 6-6 memaksa set pertama diselesaikan melalui fase penentuan tie-break, di mana Aldila/Andreozzi yang sempat memimpin di angka 6-4 akhirnya berhasil menutup perlawanan dengan kemenangan tipis 8-6. Memasuki set kedua, tensi permainan tidak mengendur dan kedua kubu kembali saling mengejar poin hingga menyentuh angka kembar 5-5. Momentum emas didapatkan oleh Tracy/Danilina yang sukses mengonversi satu-satunya peluang break pada set tersebut untuk membalikkan keadaan menjadi 6-5, sebelum akhirnya merebut gim servis berikutnya untuk menutup set kedua dan memaksa laga berlanjut ke babak penentuan.

Pada set ketiga yang menjadi penentu nasib, Aldila/Andreozzi memperlihatkan kematangan mentalitas bertanding dengan bermain jauh lebih tenang di bawah tekanan. Titik balik kemenangan mereka terjadi pada gim ketujuh ketika berhasil mematahkan dominasi servis lawan untuk merubah papan skor menjadi 4-3, sebelum akhirnya konsisten mengamankan servis sendiri dan menyudahi set penutup dengan skor meyakinkan 6-3. Lembar statistik mencatat bahwa efektivitas peluang menjadi kunci utama kemenangan Aldila/Andreozzi, di mana mereka mampu memenangi 81 persen poin dari servis pertama atau setara 56 dari 69 kesempatan, serta membukukan total 103 poin akumulatif sepanjang laga mengungguli raihan 92 poin milik sang lawan.

Kendati dari segi agresivitas pukulan servis murni mereka hanya mengoleksi tiga kali ace berbanding delapan milik kompetitor, kombinasi Indonesia-Argentina ini bermain dengan tingkat kerapian yang sangat tinggi karena hanya mencatatkan tiga kali kesalahan sendiri (unforced errors). Sebaliknya, Tracy/Danilina justru kerap merugikan diri sendiri dengan melakukan 12 kali kesalahan elementer, meskipun kedua pasangan tercatat sama-sama kompetitif dalam membukukan sembilan pukulan mematikan (winners). Menatap babak perempat final yang sudah di depan mata, Aldila/Andreozzi kini dalam posisi waspada sembari menunggu calon lawan mereka, yakni pemenang dari duel babak 16 besar lainnya yang mempertemukan ganda campuran unggulan teratas asal Italia, Andrea Vavassori/Sara Errani, melawan pasangan penantang asal Australia, Marc Polmans/Storm Hunter.

Komentar

komentar

BAGIKAN