DEPOK (06/07/2026) – Upaya pemenuhan indikator makro di sektor kesehatan masyarakat terus diakselerasi melalui mobilisasi internal jajaran birokrasi Kota Belimbing. Asisten Administrasi dan Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kota Depok, Nina Suzana, mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk bertindak aktif sebagai motor penggerak dalam menyukseskan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta pemenuhan status imunisasi anak. Dalam amanatnya saat memimpin apel pagi rutin di lapangan Balai Kota Depok pada Senin, 6 Juli 2026, Nina menekankan bahwa keterlibatan para abdi negara sangat krusial mengingat grafik realisasi kedua program intervensi kesehatan tersebut di wilayah Kota Depok saat ini dinilai masih berada di bawah target proyeksi yang ditetapkan pemerintah pusat.
Guna menstimulus kesadaran kolektif, Nina mengimbau para pegawai pemerintahan untuk terlebih dahulu menjadi teladan dengan memanfaatkan fasilitas CKG guna mendeteksi kondisi fisik dan potensi risiko penyakit secara berkala tanpa dipungut biaya. Layanan pemeriksaan kesehatan preventif ini pada dasarnya telah disediakan secara masif melalui jaringan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) serta sejumlah klinik kemitraan resmi yang tersebar di pelbagai wilayah kelurahan. Dengan terjaganya kebugaran internal aparatur, diharapkan performa pelayanan publik dapat tetap berjalan optimal sekaligus menjadi stimulus bagi pengetukan kesadaran warga sipil di lingkungan sekitar tempat tinggal mereka.
Di sisi lain, perhatian serius juga diarahkan pada masih rendahnya rapor cakupan imunisasi bagi kelompok usia bawah lima tahun (balita) di wilayah administratif Kota Depok. Menyikapi tantangan sosiologis tersebut, seluruh jajaran ASN diminta melakukan intervensi domestik dengan segera melengkapi buku catatan imunisasi wajib bagi anak kandung mereka yang masih balita disesuaikan dengan linimasa medis yang berlaku. Lebih jauh, Nina juga meminta para pegawai pemerintah untuk memperluas jangkauan sosialisasi secara persuasif dengan aktif mengingatkan lingkaran keluarga besar, kerabat kerja, hingga tetangga di lingkungan RT dan RW agar tidak menunda pemberian hak imunisasi bagi anak-anak mereka demi mengamankan kualitas hidup dan imunitas generasi masa depan dari ancaman sebaran penyakit menular.




































