Andalkan Tenaga Manusia, Alumnus Filsafat UI Lakukan Aksi Ekstrem Bersepeda dan Daki 13 Gunung Menuju Lombok

DEPOK (06/07/2026) – Sebuah misi petualangan mandiri berkategori ekstrem dan sarat determinasi fisik kini tengah dirintis oleh salah seorang pemuda dari lingkaran akademisi Depok. Mochamad Aqil Fajar Asyabani, pemuda berusia 25 tahun yang tergabung dalam organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI), resmi memulai penjelajahan solo dengan mengayuh sepeda dari titik start di Depok, Jawa Barat, menuju destinasi akhir di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tidak sekadar melintasi jalan raya antarprovinsi, ekspedisi tunggal bertajuk Menapak Bumi: Bike-Hiking Jawa-Bali-Lombok ini juga mengemban misi berat untuk menaklukkan 13 puncak gunung berketinggian di atas 3.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) yang tersebar di sepanjang rute ketiga pulau tersebut, termasuk di antaranya Gunung Pangrango, Ciremai, Arjuno, Argopuro, hingga puncaknya di Gunung Rinjani.

Misi yang dilepas secara resmi dari Sekretariat Mapala UI pada Minggu, 5 Juli 2026 kemarin ini diproyeksikan akan menempuh bentangan jarak sejauh 1.634 kilometer dengan total akumulasi elevasi tanjakan mencapai 23.550 meter. Mengantongi latar belakang akademik sebagai lulusan program studi Filsafat Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI, Aqil menjadwalkan dirinya bakal tiba di tanah Nusa Tenggara Barat pada September mendatang dengan total durasi perjalanan mencapai 54 hari, yang dihabiskan di atas sadel sepeda serta jalur pendakian vertikal. Secara teknis di lapangan, Aqil akan mengayuh sepedanya melewati pelbagai variasi medan mulai dari rute aspal raya hingga jalanan pedesaan yang curam dan berkelok, sebelum memarkirkan sepedanya di tiap posko atau basecamp awal pendakian guna melanjutkan perjalanan ke puncak secara berjalan kaki.

Dalam melancarkan aksi nekatnya ini, Aqil mengaku banyak mengadopsi filosofi human power dari Killian Jornet, pelari ultra-endurance dunia yang pada tahun 2024 silam sukses melahap 82 puncak di atas 4.000 mdpl di Pegunungan Alpen hanya dalam waktu 19 hari dengan mengandalkan sepeda sebagai transportasi penghubung antar-puncak. Dengan memegang teguh prinsip kemandirian, pola hidup minimalis, serta kepatuhan total terhadap regulasi lingkungan yang berlaku, petualang muda ini juga akan menjalin komunikasi taktis dengan jaringan organisasi pencinta alam lokal di tiap wilayah yang dilintasi sebagai tempat singgah sekaligus mitra pendakian bersama. Melalui pembuktian fisik ini, Aqil berharap dapat menginspirasi komunitas outdoor tanah air mengenai format petualangan baru yang ramah lingkungan sekaligus membuktikan bahwa batas kemampuan manusia dapat didorong secara luar biasa melalui persiapan matang serta kekuatan mental yang kokoh.

Langkah berani ini pun menuai pujian serta sokongan penuh dari internal organisasinya, di mana Ketua Mapala UI, Salman Muzhaffar Hanif, mengapresiasi tinggi inisiatif gila yang lahir dari ide personal tersebut sebagai cerminan nyata dari jiwa petualangan Mapala UI di era modern. Sebagai bentuk tanggung jawab moral, pihak organisasi memberikan fasilitas berupa pembukaan akses sponsor serta penguatan jejaring regional agar Aqil dapat melangsungkan perjalanannya dengan aman. Guna memberikan ruang edukasi bagi publik, seluruh pergerakan etape bersepeda dan momen-momen kritis pendakian seperti saat berada di batas garis hutan, pembaruan posko check point kota, hingga detik-detik penaklukan puncak gunung dapat dipantau secara langsung dan real-time oleh masyarakat melalui pembaruan digital di akun Instagram pribadi milik sang petualang di @aqil.fjr.

Komentar

komentar

BAGIKAN