Apresiasi Sinergi Pengelolaan Limbah, WWF Indonesia Proyeksikan TPS 3R Jalan Jawa Beji Jadi Percontohan Tata Kelola Sampah Berbasis Komunitas

DEPOK (15/06/2026) – Lembaga konservasi independen World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia memberikan penilaian positif terhadap operasionalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Jalan Jawa yang berlokasi di Kecamatan Beji. Kehadiran infrastruktur lingkungan tersebut dinilai sebagai manifestasi konkret dari keberhasilan kemitraan strategis multi-pihak dalam membangun arsitektur pengelolaan limbah domestik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di wilayah Kota Depok. Program Design and Development Director WWF Indonesia, Muhamad Ridha Hakim, melayangkan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Depok atas konsistensi kebijakannya dalam memperkokoh ketahanan ekologi kota lewat peresmian fasilitas pengolahan ini pada Sabtu pekan lalu, yang sekaligus membuktikan bahwa pendekatan kolaboratif mampu melahirkan solusi nyata atas problematika kedaruratan sampah urban.

Rantai kerja sama yang telah terajut antara WWF Indonesia dan jajaran Pemkot Depok dipastikan akan terus bergulir guna mengawal serta menyokong berbagai portofolio program sanitasi dan reduksi limbah di masa depan. Ridha memproyeksikan TPS 3R Jalan Jawa memiliki kapabilitas yang mumpuni untuk dijadikan sebagai proyek percontohan (role model) baku dalam hal tata kelola materi sisa konsumsi yang berbasiskan partisipasi aktif masyarakat secara efektif, dengan harapan cetak biru keberhasilan dari fasilitas ini dapat diadopsi dan direplikasi secara masif di berbagai wilayah kecamatan lainnya. Keberadaan sentra pengolahan terpadu ini juga dirancang untuk mengaselerasi pencapaian target jangka panjang Pemerintah Kota Depok dalam menekan angka timbulan sampah harian sekaligus mendongkrak persentase volume daur ulang material organik maupun anorganik di tingkat lokal.

Transformasi sistemik ini dinilai sangat krusial mengingat tantangan kompleks penanganan sampah di era modern tidak lagi bisa diselesaikan dengan metode konvensional yang sebatas bertumpu pada aktivitas pengangkutan lalu pembuangan akhir ke TPA. Diperlukan perubahan paradigma fundamental yang mampu memotong mata rantai penumpukan volume limbah langsung sejak dari hulu atau sumber pertamanya. Oleh sebab itu, pihak WWF Indonesia melayangkan seruan moral yang kuat kepada segenap lapisan warga masyarakat untuk mulai mendisiplinkan diri melakukan pemilahan kategori sampah sejak dari lingkup rumah tangga masing-masing. Langkah pemilahan awal di tingkat domestik ini menjadi syarat mutlak agar perangkat teknologi mekanisasi serta mesin-mesin pengolahan modern yang tersedia di dalam TPS 3R Jalan Jawa dapat bekerja secara optimal dengan daya tampung produksi yang jauh lebih maksimal setiap harinya.

Komentar

komentar

BAGIKAN