Perkuat Diplomasi Sinema dan Proteksi Warisan Palestina, Indonesia-Spanyol Sepakati Kerja Sama Kebudayaan Strategis

DEPOK (16/07/2026) – Poros diplomasi kebudayaan global kini kian solid terjalin di belahan Eropa Barat. Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Spanyol secara resmi menggelar pertemuan bilateral tingkat tinggi di Madrid guna menyepakati penguatan ekosistem budaya antarkedua negara, sekaligus menyuarakan komitmen bersama yang tegas terhadap perlindungan identitas kebudayaan Palestina yang tengah terancam. Pertemuan krusial yang mempertemukan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dan Menteri Kebudayaan Spanyol Ernest Urtasun ini berlangsung di sela-sela agenda akbar Konferensi Internasional Rekonstruksi Sektor Kebudayaan di Palestina. Kerja sama bilateral tersebut ditandai dengan langkah progresif pembaharuan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai landasan hukum baru untuk melecut pelbagai program kolaboratif jangka panjang, dengan fokus utama pada akselerasi dan hilirisasi sektor perfilman.

Dalam siaran pers yang dikonfirmasi di Jakarta pada Kamis, 16 Juli 2026, Fadli Zon memaparkan bahwa Indonesia menyodorkan tawaran taktis berupa kemudahan skema koproduksi bagi para sineas berbakat dari kedua negara. Guna menyokong pendanaan industri kreatif ini, ia mengusulkan formulasi skema matching fund atau dana padanan yang dinilai efektif memicu produktivitas para pembuat film lokal. Fadli optimistis potensi kolaborasi ini sangat menjanjikan mengingat ekosistem sinema Indonesia saat ini terbilang sangat subur dengan volume produksi mencapai lebih dari 250 judul film setiap tahunnya. Portofolio melimpah ini diproyeksikan mampu memperluas kerja sama kemitraan internasional dan mempertegas kehadiran Indonesia di panggung sinema global, yang ke depannya akan diperluas lewat inisiasi pembentukan pusat kebudayaan, pelestarian cagar budaya bersama, hingga penyusunan agenda strategis yang berkelanjutan.

Tawaran ekspansif tersebut disambut hangat oleh Menteri Kebudayaan Spanyol, Ernest Urtasun, yang secara terbuka menyatakan dukungan penuhnya terhadap integrasi industri perfilman kedua negara. Urtasun bahkan mendorong para produser dan sutradara Indonesia untuk lebih agresif memamerkan karya visual mereka di panggung bergengsi milik Spanyol, seperti Festival Film San Sebastián dan Festival Film Málaga. Otoritas kebudayaan Negeri Matador tersebut menegaskan perlunya membuka keran kurasi khusus guna menjaring film-film terbaik Indonesia agar dapat bersaing di festival internasional tersebut, mengingat sektor sinema kini telah ditetapkan sebagai salah satu klaster prioritas utama dalam hubungan diplomatik kedua negara.

Di samping mematangkan pakta industri film, kedua menteri tersebut menggalang kekuatan internasional dengan menyatakan dukungan mutlak atas pembentukan Aliansi Internasional untuk Perlindungan Kebudayaan Palestina (International Alliance for the Protection of Palestinian Culture). Fadli Zon melayangkan apresiasi mendalam terhadap kepemimpinan Spanyol yang konsisten menggalang solidaritas global demi menyelamatkan warisan peradaban di tanah Palestina. Ia menegaskan bahwa sokongan Indonesia terhadap Palestina bersifat menyeluruh dan mengakar kuat dari level pemerintahan, parlemen, hingga masyarakat sipil secara luas. Senada dengan gerakan UNESCO serta inisiatif dari ALECSO bersama Liga Arab yang tengah merajut sinergi proteksi budaya global, Urtasun mengagumi keteguhan sikap Indonesia. Mengaca pada kesuksesan misi serupa bersama UNESCO dalam mengamankan lanskap kebudayaan di Ukraina, Urtasun meyakini bahwa langkah kemanusiaan dan kultural yang sama mutlak diakselerasi demi menjaga eksistensi serta kedaulatan sejarah bangsa Palestina dari ancaman kepunahan.

Komentar

komentar

BAGIKAN