Tumpuan Baru Hulu Sampah Depok, TPS 3R Jalan Jawa Sukses Konversi 80 Persen Volume Buangan Jadi RDF

DEPOK (16/07/2026) – Ikhtiar menekan laju timbulan sampah yang bermuara ke tempat pembuangan akhir terus diakselerasi melalui pemanfaatan teknologi pengolahan tepat guna di tingkat hulu. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok mengambil langkah progresif dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) Jalan Jawa sebagai pusat pemrosesan awal sampah rumah tangga. Melalui fasilitas ini, tumpukan sampah domestik dikonversi secara sistematis menjadi bahan bakar alternatif berupa Refuse Derived Fuel (RDF) serta material pupuk organik. Langkah ini menjadi bagian dari strategi taktis pemerintah daerah guna memotong rantai pembuangan konvensional sekaligus melahirkan nilai ekonomi baru dari sektor sanitasi.

Kepala Bidang Kebersihan dan Kemitraan DLHK Kota Depok, Udara Kodratullah, memaparkan bahwa paradigma pengelolaan sampah kini harus digeser dari sekadar membuang menjadi memilah dan memanfaatkan kembali. Ditemui pada Kamis, 16 Juli 2026, Udara menjelaskan bahwa berdasarkan kalkulasi teknis, sekitar 80 persen dari total volume sampah harian yang diproduksi masyarakat sebenarnya masih mengantongi nilai ekonomis dan produktif untuk diolah kembali. Melalui mekanisme pemilahan yang disiplin di TPS 3R, petugas hanya menyisakan sekitar 20 persen sisa buangan berupa residu murni yang benar-benar sudah tidak memiliki nilai guna untuk dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Lebih jauh, Udara merinci bahwa faksi sampah anorganik seperti kantong plastik, bungkus makanan ringan, serta pelbagai kemasan sintetis kini diarahkan untuk menjadi pasokan bahan baku energi terbarukan atau didaur ulang menjadi komoditas baru. Sementara itu, sampah organik murni seperti daun, ranting, dan sisa tanaman pangan diproses menjadi kompos atau didegradasi secara alami agar kembali menyatu dengan tanah. Menurutnya, bahan-bahan seperti tisu, kardus, dan kertas sisa masih dikategorikan sebagai organik sintetis yang dapat hancur dalam kurun waktu relatif singkat sehingga masih sangat potensial untuk dimanfaatkan kembali, berbeda dengan residu murni seperti popok sekali pakai, pembalut, serta material penyerap kimiawi yang wajib diisolasi karena berpotensi memicu pencemaran toksik jika diproses sembarangan. Kehadiran TPS 3R ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang yang konsisten dalam mereduksi beban TPA secara masif dan terukur.

Komentar

komentar

BAGIKAN