Depok (23/04/2026) – Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Kota Depok berubah menjadi panggung apresiasi budaya dan sejarah dalam gelaran Rapat Paripurna Istimewa, Kamis (23/04/26). Agenda ini diselenggarakan sebagai puncak penghormatan legislatif terhadap perjalanan panjang Kota Depok yang genap menginjak usia 27 tahun pada 27 April mendatang.
Suasana khidmat bercampur meriah menyambut para tamu undangan yang terdiri dari jajaran tokoh lintas generasi, mulai dari para mantan kepala daerah yang telah meletakkan fondasi pembangunan, hingga perwakilan pemuda yang akan meneruskan estafet kepemimpinan kota.
Simfoni Tradisional dan Kehangatan Keluarga
Berbeda dari rapat kerja biasanya, Paripurna Istimewa kali ini menonjolkan sisi artistik melalui berbagai pertunjukan seni. Komunitas Cinta Kebaya Depok memukau hadirin dengan permainan angklung yang harmonis, menjadi simbol kelestarian warisan budaya di tengah modernitas kota.
Kemeriahan semakin lengkap dengan penampilan paduan suara dari tim Anak Depok serta Ikatan Keluarga Istri Anggota Dewan (IKIAD). Kehadiran mereka memberikan sentuhan hangat dan kekeluargaan dalam forum tertinggi legislatif tersebut, sekaligus merefleksikan dukungan sektor keluarga terhadap kemajuan daerah.
Reuni Tokoh dan Sinergi Lintas Sektoral
Gedung DPRD menjadi titik temu bagi berbagai pemangku kepentingan strategis. Hadir di tengah ruangan, para anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, pimpinan partai politik, serta tokoh masyarakat yang selama ini menjadi mitra kritis pemerintah. Kehadiran mereka menegaskan bahwa pembangunan Depok adalah hasil kolaborasi kolektif yang melibatkan banyak tangan dan pemikiran.
Komitmen Pembangunan yang Inklusif
Dalam pidato sambutannya, Wali Kota Depok memberikan penekanan mendalam mengenai esensi perayaan tahun ini. Baginya, angka 27 bukan sekadar pencapaian usia, melainkan momentum evaluasi untuk memastikan bahwa derap pembangunan di masa depan harus bersifat inklusif.
“Momentum hari jadi ke-27 ini merupakan pengingat bagi kita semua bahwa pembangunan tidak boleh hanya terlihat secara fisik, tetapi harus merata dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung hingga ke akar rumput,” tegas Wali Kota.
Rapat Paripurna Istimewa ini ditutup dengan semangat kebersamaan untuk mewujudkan Depok sebagai kota yang tidak hanya modern secara infrastruktur, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai kemanusiaan dan kearifan lokal.







































