Depok (23/04/2026) – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Masjid Baitul Kamal, Balai Kota Depok, saat 445 calon jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 2 JKS resmi dilepas untuk memulai perjalanan spiritual ke Tanah Suci, Rabu (22/04/26). Keberangkatan ini menandai dimulainya fase pertama perjalanan jemaah asal Kota Depok menuju asrama haji Bekasi sebelum terbang ke Arab Saudi pada esok hari.
Wali Kota Depok, Supian Suri, yang hadir langsung melepas rombongan, memberikan pesan menyentuh bagi para tamu Allah tersebut. Ia menekankan bahwa doa seluruh warga Depok menyertai setiap langkah jemaah dalam menunaikan rukun Islam kelima.
Doa untuk Keselamatan dan Kemabruran
Dalam sambutannya, Supian Suri mengungkapkan rasa syukur atas keberangkatan rombongan pertama ini. Ia berharap para jemaah diberikan ketahanan fisik dan spiritual mengingat rangkaian ibadah haji yang menguras energi.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat, kami mendoakan agar seluruh jemaah senantiasa diberikan kesehatan walafiat, dapat menjalankan ibadah secara maksimal, dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur,” ujar Supian Suri di hadapan ratusan jemaah yang bersiap berangkat.
Ia juga mengajak keluarga yang ditinggalkan serta seluruh lapisan masyarakat untuk terus memanjatkan doa agar perjalanan pulang-pergi para jemaah berjalan tanpa hambatan sedikit pun.
Septi Kurniawati: Potret Kesabaran dan Perjuangan Administratif
Di balik seremoni pelepasan, tersimpan kisah inspiratif tentang kesabaran. Salah satu jemaah, Septi Kurniawati, menceritakan bahwa keberangkatannya tahun ini adalah buah dari penantian panjang selama 12 tahun sejak ia mendaftar pada 2014 silam.
Bagi Septi, tantangan bukan hanya soal waktu tunggu, melainkan juga perjuangan fisik dan logistik. Berdomisili di luar kota, ia harus berkali-kali melakukan perjalanan pulang-pergi ke Depok demi menyelesaikan urusan administrasi yang tidak sederhana.
“Cukup melelahkan harus bolak-balik mengurus keperluan dari luar kota, tetapi insyaallah semua ini menjadi berkah. Persiapan mental dan fisik menjadi fokus utama saya saat ini,” ungkap Septi.
Strategi Finansial Mandiri
Selain keteguhan mental, aspek pembiayaan juga menjadi bagian dari perencanaan matang Septi. Ia membagikan kiat mengelola dana haji agar tidak menjadi beban finansial di akhir masa pelunasan:
-
Setoran Awal: Memulai dengan komitmen awal sebesar Rp25 juta.
-
Manajemen Tabungan: Memanfaatkan sistem autodebet secara berkala dalam beberapa tahun terakhir.
-
Program Tambahan: Mengikuti program tabungan khusus sebesar Rp10 juta untuk meringankan beban pelunasan akhir.
Harapan di Tanah Suci
Menjelang keberangkatan, harapan besar disematkan oleh para jemaah. Tidak hanya kelancaran dalam melaksanakan rukun, wajib, maupun sunnah haji, tetapi juga doa untuk keselamatan keluarga yang menanti di rumah.
“Semoga kami diberikan kemudahan dalam setiap tahapan ibadah. Semoga kesehatan menyertai kami yang berangkat, maupun keluarga yang kami tinggalkan di Depok,” pungkas Septi.
Momentum pelepasan ini menjadi pengingat bagi warga Depok tentang arti sebuah pengorbanan dan ketulusan dalam memenuhi panggilan ibadah yang telah dinantikan selama belasan tahun.







































