DEPOK (18/06/2026) – Langkah nyata dalam mewujudkan kemandirian ekonomi bagi kelompok disabilitas kini mulai menyasar sektor industri kreatif makanan dan minuman. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Depok, Siti Barkah Hasanah, menaruh harapan besar agar program pelatihan meracik kopi (barista) bagi para siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kota Depok dapat menjadi batu pijakan awal bagi anak-anak berkebutuhan khusus dalam menjemput kemandirian finansial dan membuka akses lapangan kerja yang lebih inklusif. Aspirasi tersebut diutarakan oleh perempuan yang karib disapa Cing Ikah ini di sela-sela kehadirannya pada agenda Pelatihan Keterampilan Industri Makanan dan Minuman bagi Penyandang Disabilitas untuk Kemandirian dan Inklusi Sosial, yang dipusatkan di kompleks SLB Negeri Kota Depok pada Kamis, 18 Juni 2026 kemarin.
Pergelaran edukatif ini merupakan buah sinergi strategis yang melibatkan jajaran Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Ford Foundation, Yayasan Sunyi Harapan Indonesia, serta jajaran Pemerintah Kota Depok. Melalui kurikulum pelatihan terapan tersebut, para siswa penyandang disabilitas dibekali dengan teknik dasar keprofesian barista yang diproyeksikan menjadi modal keahlian teknis (hard skill) untuk bersaing di dunia industri maupun dalam merintis lini usaha mandiri. Cing Ikah melayangkan rasa terima kasih yang mendalam atas dipilihnya Kota Depok sebagai lokalisasi program humanis ini, mengingat kehadiran jejaring lembaga internasional dan kementerian tersebut memberikan stimulan yang sangat berharga bagi peningkatan kualitas hidup anak-anak berkebutuhan khusus di wilayahnya.
Kendati demikian, tokoh penggerak pemberdayaan daerah ini mengingatkan bahwa intervensi terhadap masa depan penyandang disabilitas tidak boleh terhenti sekadar pada tahap seremonial prapelatihan atau pemberian sertifikat semata. Keterampilan vokasional yang telah diserap oleh para peserta menuntut adanya kawalan berupa pendampingan berkala yang konsisten serta pembukaan akses pasar yang riil agar mampu mengonversi keahlian tersebut menjadi serapan tenaga kerja nyata pasca-mereka merampungkan masa sekolah. Oleh karena itu, Dekranasda bersama instansi terkait berkomitmen untuk terus mengadvokasi ketersediaan ruang ramah disabilitas dan peluang kemitraan dengan sektor swasta agar bakat spesifik para siswa dapat terus berkembang secara optimal. Cing Ikah membidik target jangka panjang pasca-pelatihan ini berupa penyerapan para lulusan SLB untuk dapat menempati posisi profesi di jaringan kedai kopi modern, sektor perhotelan, hingga di lingkungan instansi perkantoran pemerintahan yang ramah terhadap asas kesetaraan kerja.






































