Perluas Akses Pendidikan Tinggi Warga Kurang Mampu, Pemkot Depok Gandeng 25 Kampus untuk Beasiswa MAUNG 2026

DEPOK (03/07/2026) – Intervensi kebijakan dalam memutus mata rantai kemiskinan struktural lewat jalur akademik formal terus diakselerasi oleh jajaran birokrasi Kota Belimbing. Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Sosial (Dinsos) secara resmi memperluas jaringan kemitraan strategis dengan merangkul 25 perguruan tinggi terkemuka guna menyokong implementasi Program Beasiswa Manusia Unggul (MAUNG) Tahun Anggaran 2026. Kepala Dinsos Kota Depok, Utang Wardaya, memaparkan bahwa langkah taktis ini sengaja ditempuh guna memperlebar jangkauan asistensi pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga prasejahtera. Ditemui pada Jumat, 3 Juli 2026, Utang menjelaskan bahwa jajaran kampus mitra yang dilibatkan mencakup pelbagai klaster kelembagaan mulai dari akademi, sekolah tinggi, institut, politeknik, hingga universitas terkemuka, baik di bawah pengelolaan negeri maupun swasta, yang nantinya akan terlibat aktif dalam memvalidasi proses seleksi administratif calon penerima disesuaikan dengan kuota minat serta kualifikasi jurusan masing-masing.

Melalui perluasan diversifikasi lembaga pendidikan ini, para calon penerima stimulan dana pendidikan kini memiliki alternatif pilihan program studi yang jauh lebih variatif sesuai dengan cita-cita karier mereka. Pada tahun berjalan ini, Pemkot Depok secara total menyediakan 200 kuota alokasi kursi Beasiswa MAUNG yang didistribusikan secara proporsional ke dalam beberapa klaster penyerapan. Rinciannya meliputi 85 slot untuk mahasiswa yang menempuh jenjang vokasional Diploma III (D-3), 85 slot bagi mahasiswa program Diploma IV (D-IV) atau sarjana akademik Strata 1 (S-1), serta 30 kuota khusus yang dialokasikan untuk program D-3 plus sertifikasi kompetensi. Skema pembiayaan bantuan sosial ini dirancang untuk meringankan beban pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) atau sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) dengan batas kedaluwarsa subsidi maksimal hingga semester enam bagi jenjang D-3, serta semester delapan bagi mahasiswa D-IV dan S-1, dengan harapan besar mampu memicu peningkatan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi masyarakat rentan.

Peta sebaran institusi yang tergabung dalam konsorsium mitra beasiswa daerah ini diisi oleh deretan nama besar di dunia akademik, di antaranya Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) serta Politeknik Negeri Jakarta (PNJ). Selain kedua kampus tersebut, komitmen pemenuhan hak pendidikan ini turut ditopang oleh eksistensi Universitas Terbuka, Universitas Pamulang, Universitas Nusa Mandiri, Universitas Jayabaya, Universitas Islam Depok, Universitas Islam An Nur Lampung, Universitas Indraprasta PGRI, Universitas Indonesia Maju, Universitas Gunadarma, serta Universitas Bina Sarana Informatika. Di level institut dan sekolah tinggi, kerja sama dijalin bersama Institut STIAMI, Institut Agama Islam (IAI) SEBI Depok, STKIP Arrahmaniyah, STIKes Pelita Ilmu, Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara, STIHP Pelopor Bangsa, STIE Manajemen Bisnis Indonesia, STAI Al Qudwah, Universitas Wira Buana, Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta, Politeknik LP3I Jakarta Kampus Depok, hingga Akademi Kimia Analis Caraka Nusantara, yang seluruhnya siap bertindak sebagai motor penggerak pencetakan sumber daya manusia Depok yang unggul dan kompetitif.

Komentar

komentar

BAGIKAN